JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Bunda PAUD Kabupaten Semarang Hj Peni Ngesti Nugraha menanam bibit pohon kelengkeng saat visitasi dan pembinaan pendidikan usia dini di TK Negeri Pembina Kecamatan Tuntang di Desa Kesongo, Selasa (5/5/2026) pagi.
Menurutnya, pendidikan karakter untuk peduli lingkungan selayaknya dilaksanakan sejak usia kanak-kanak. Ia turun langsung menggandeng anak-anak tersebut untuk menanam, menyiram, dan menanam pohon.
Peni Ngesti Nugraha sampaikan bahwa menanam pohon sejak dini akan mengembangkan rasa cinta anak kepada alam. Melihat bagaimana pohon tumbuh dan berkembang akan menghasilkan kegembiraan tersendiri bagi anak-anak.
“Penanaman pohon ini membantu anak-anak kita ke depannya selalu menanamkan sikap (peduli) penghijauan, pelestarian lingkungan,” ujarnya didampingi Bunda PAUD Kecanatan Tuntang Marini dan Bunda PAUD Kesongo Lilis Maesaroh serta Forkompimcam.
Saat acara pembinaan, Bunda Hj Peni Ngesti Nugraha mengingatkan para pengajar dan pengelola TKN Pembina Tuntang untuk memperhatikan asupan gizi bagi anak-anak didik.
Hal itu dinilai penting guna mendukung program penanganan balita dan anak-anak gizi buruk atau stunting. “Jangan lupa untuk selalu memberikan menu sayuran sehat sesuai pola Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman kepada anak-anak,” pintanya.
Ketua Komite TKN Pembina, Bahtiat Rofik melaporkan pembelajaran di luar kelas dilaksanakan sekali seminggu setiap Hari Rabu. Berbagai kegiatan interaktif dengan pihak ketiga digelar untuk mengenalkan siswa dengan kehidupan nyata.
Mulai dari pengenalan tugas kepolisian, mitigasi bencana kebakaran maupun kunjungan langsung ke petani dan nelayan di Rawa Pening.
“Kami menjalin kerja sama dengan personel Polisi, petugas Damkar dan lainnya untuk berinteraksi langsung dengan siswa,” terangnya.
Tujuannya agar para siswa memperoleh pengalaman dan pengetahuan langsung dari pelaku nyata guna menumbuhkan karakter siswa yang berpribadian terpuji.
Sementara, Bunda PAUD Kecamatan, Marini menambahkan saat ini ada 1.106 anak yang belajar di 25 Taman Kanak-kanak se Tuntang. Selain itu ada 350 anak tergabung dalam 23 Kelompok Bermain (KB).
“Pendidikan satu tahun pra sekolah dasar menjadi investasi penting mengasah kemampuan dasar anak agar siap menjadi generasi penerus yang baik,” pungkasnya. (muz)













