JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus memastikan pemanfaatan papan digital atau Smartboard Interactive Flat Panel (IFP) di jenjang SD dan SMP berjalan normal. Meski tahun ini belum ada penambahan unit baru, fokus utama saat ini adalah memaksimalkan perangkat yang telah didistribusikan tahun lalu.
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikpora Kudus, Anggun Nugraha, menyatakan bahwa seluruh sekolah negeri maupun swasta tingkat SD dan SMP sudah menerima bantuan IFP pada pengadaan tahun lalu. Namun, untuk jenjang TK, ia mengakui belum semua sekolah negeri maupun swasta tercover perangkat ini.
‘’Untuk tahun ini memang belum ada (pengadaan lagi). Kami memaksimalkan alat yang sudah ada di sekolah-sekolah,’’ ujar Anggun, saat dihubungi baru-baru ini.
Anggun menjelaskan, kecanggihan papan digital ini tidak akan berguna tanpa sumber daya manusia yang mumpuni. Oleh karena itu, serangkaian pelatihan telah diberikan kepada para guru, agar mereka mampu mengoperasikan fitur-fitur modern di dalamnya.
Saat ini, lanjutnya, para guru sudah terbiasa menyematkan berbagai aplikasi pendukung pembelajaran langsung di layar IFP. Mulai dari aplikasi kuis interaktif seperti Quizizz, hingga permainan edukatif untuk mata pelajaran Matematika dan IPA.
‘’Guru-guru sudah bisa memberikan training sesama rekan sejawat. Pembelajaran jadi lebih hidup karena ada permainan di layar digital tersebut. Semuanya sudah dipraktikkan di sekolah,” imbuhnya.
Terkait teknis penggunaan, karena jumlah perangkat terbatas yakni hanya satu unit per sekolah, Disdikpora menyarankan sekolah untuk membuat jadwal khusus. Guru kelas 1 hingga 6 serta guru mata Pelajaran, diatur bergantian menggunakan alat tersebut.
Anggun pun menekankan agar perangkat IFP ditempatkan di satu ruang khusus dan tidak dipindah-pindah guna menjaga keawetan barang,’’Penempatan kami sarankan tetap di satu titik. Jadi siswanya yang mobile atau datang ke ruangan tersebut, bukan perangkatnya yang digeser-geser,’’ tuturnya.
Mengenai kondisi fisik, hingga saat ini seluruh unit IFP dilaporkan masih berfungsi normal tanpa keluhan kerusakan berarti. Kendala utama hanya ditemukan pada stabilitas koneksi internet di beberapa wilayah tertentu. Namun secara keseluruhan, proses belajar mengajar tetap berjalan lancar.
‘’Selama koneksinya stabil, alat ini sangat luar biasa untuk transformasi digital di kelas,’’ pungkasnya. (han/rit)













