33.7 C
Semarang
Kamis, 7 Mei 2026

Peserta dari 12 Negara Ikuti Human Origins Heritage UKSW




JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Fakultas Interdisiplin Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menggelar program internasional Human Origins Heritage (HOH). Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy, HOH tahun ini diikuti 29 peserta dari 12 negara.

Dalam kesempatan ini, Profesor Yafet Rissy menjelaskan, program ini merupakan program kolaboratif yang menjunjung nilai keberagaman. Ia berharap program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya bagi warga lokal di Sangiran.
“Program ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi komunitas lokal,” ujarnya dalam pembukaan HOH 2026 kemarin.

Dukungan internasional turut hadir melalui sambutan dari Francois Semah dari Muséum National d’Histoire Naturelle. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pembelajaran lintas budaya dan refleksi kemanusiaan melalui studi masa lalu.“Melalui program seperti ini, kita belajar memahami siapa kita sebagai manusia dan bagaimana kita dapat membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Baca juga:  Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Santri Kuasai Sinematografi demi Dakwah yang Kreatif

Turut menghadiri pembukaan HOH kemarin adalah Dekan Fakultas Interdisiplin Aldi Herindra Lasso, S.Pd., M.M.Par., Ph.D., dan Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc., Ph.D.
Berlangsung hingga 16 Mei mendatang, HOH diisi dengan berbagai kegiatan pelestarian kebudayaan yang melibatkan akademisi serta jejaring internasional.

Mengusung pendekatan participatory research, HOH 2026 mendorong peserta untuk tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam penelitian lapangan bersama masyarakat.

Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraannya, HOH secara konsisten melibatkan berbagai lembaga prestisius seperti Muséum National d’Histoire Naturelle (MNHN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia Heritage Agency, Erasmus, serta Sangiran International Youth Forum (SIYF).

Baca juga:  Bantu Keluarga Anggota Gugur Saat Tugas

Ke-29 peserta yang terdiri dari mahasiswa dari UKSW, Universitas Hasanuddin – Makassar, dan negara lainnya seperti Prancis, Meksiko, Brasil, Maroko, Algeria, Angola, Lituania, Argentina, Myanmar, Gambia, dan Amerika Serikat, akan melakukan serangkaian kegiatan di berbagai tempat. Selain di Kampus UKSW Salatiga, kegiatan juga akan dilaksanakan di Sangiran Kabupaten Sragen, serta Gedongsongo di Kabupaten Semarang.

Salah satu peserta internasional, Luz Estefani Rivera Villamarín, mengaku sangat antusias mengikuti program ini. Mahasiswa asal Meksiko tersebut menilai HOH sebagai kesempatan berharga untuk belajar langsung di situs prasejarah sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal.“Saya merasa sangat senang dan beruntung bisa berada di sini. Ini pengalaman yang istimewa, bisa belajar sekaligus mengenal budaya dan masyarakat Indonesia secara langsung,” ujarnya. (deb)




TERKINI




Rekomendasi

...