33.7 C
Semarang
Kamis, 7 Mei 2026

Gubernur Ahmad Luthfi Lari dan Punguti Sampah Sungai di Pekalongan 




JATENGPOS. CO. ID, PEKALONGAN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng, Sumarno, berlari bersama tiga pegiat lingkungan asal Prancis dalam gerakan “Run for Rivers” di Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).

Tak sekadar berlari, Ahmad Luthfi, Sumarno, pegiat Sungai Watch, dan warga, juga memunguti sampah di aliran sungai kawasan Kergon sebagai bentuk kampanye penyelamatan sungai dari pencemaran sampah.

Run for Rivers adalah aksi lari sejauh ribuan kilometer dari Bali menuju Jakarta yang digagas tiga bersaudara asal Prancis, Gary Benchegib, Sam Benchegib, dan Kelly Benchegib.

Mereka mendirikan komunitas lingkungan Sungai Watch yang aktif mengkampanyekan menjaga lingkungan dan kesadaran publik untuk memerangi sampah sungai secara masif dan berkelanjutan.

Saat Run for River di Kota Pekalongan, ratusan peserta dari berbagai kalangan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai komunitas pelari, masyarakat umum, hingga pejabat daerah.

Ahmad Luthfi bersama Sumarno turut berlari star dari Lapangan Mataram Kota Pekalongan menuju selesai di kawasan Jalan Sulawesi.

Setibanya di kawasan Kergon, rombongan langsung melakukan aksi bersih-bersih sampah yang ada di aliran sungai. Timbunan sampah tersebut lantas dimasukkan ke dalam jaring sampah lalu ditimbang untuk diketahui beratnya. Setelah itu timbunan sampah tersebut di masukkan ke dalam mobil bak terbuka untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Baca juga:  Kapolri Klaim Larangan Mudik untuk Lindungi Masyarakat dari COVID-19

Sampah yang dihasilkan cukup banyak dan sungai terlihat bersih. Seusainya, rombongan lantas melanjutkan lari menuju Museum Batik Pekalongan.

“Datangnya pegiat sampah dari Perancis ini menjadi trigger kita semua untuk memerangi sampah. Zero sampah merupakan prioritas kita. Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Jawa Tengah zero sampah tahun 2028,” kata Ahmad Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Menurut Luthfi, persoalan sampah di Jawa Tengah harus ditangani secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Saat ini, timbulan sampah di Jawa Tengah mencapai sekitar 6,3 juta ton per tahun dengan kenaikan sekitar 8–11 persen setiap tahunnya. Namun, baru sekitar 30 persen yang mampu diolah.

Karena itu, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pembangunan sistem pengolahan sampah RDF, pengolahan berbasis aglomerasi di Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya, hingga pengolahan regional di Soloraya dan Magelang Raya.

“Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Maka seluruh kabupaten/kota kita dorong membuat MoU guna mereduksi simpul sampah mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, perubahan terbesar harus dimulai dari masyarakat melalui budaya memilah dan memilih sampah sejak dari rumah tangga. Penanganannya dilakukan berjenjang mulai tingkat rumah, RT/RW, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Baca juga:  Nongkrong di Warung, 76 Warga Diangkut Petugas Gabungan

“Kita harus menangani sampah secara komprehensif. Dari hulu sampai hilir harus selesai. Kalau semua bergerak, kelurahan jadi pengepul, kecamatan jadi koordinator, dan kabupaten menjadi penyelesai masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Founder Sungai Watch, Sam Benchegib, mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung Gubernur Ahmad Luthfi dalam aksi tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi energi penting untuk memperkuat gerakan penyelamatan sungai di Indonesia.

“Ini lari untuk menjaga sungai di Indonesia. Sampai sekarang hampir semua sungai ada sampahnya. Semoga perjalanan ini bisa menginspirasi pemerintah dan masyarakat untuk membersihkan sungai,” katanya.

Gary, Sam, dan Kelly Benchegib sedang menjalankan aksi lari 1.200 kilometer dari Bali ke Jakarta untuk mengampanyekan penyelamatan sungai dari pencemaran sampah.

Sam juga mengungkapkan keinginan Sungai Watch untuk mulai beroperasi di Jawa Tengah setelah sebelumnya aktif di Bali dan Jawa Timur. Ia menyebut sudah berdiskusi dengan Ahmad Luthfi terkait rencana kolaborasi tersebut.

“Yayasan Sungai Watch ini kecil, jadi harus kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini akan sangat bagus,” ujarnya.

Selama perjalanan melintasi Jawa Tengah, Sam mengaku menemukan sungai yang ada di Blora, Demak, Kudus, dan Pekalongan, masih banyak timbunan sampah.

“Ini masalah kita bersama, jadi harus dipikirkan solusinya bersama juga,” tandasnya. (Rit)




TERKINI




Rekomendasi

...