33.1 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

Bulog Jateng Pastikan Stok Minyakita Aman, Harga Tetap Sesuai HET




 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan ketersediaan dan harga minyak goreng Minyakita di pasar rakyat Jawa Tengah masih aman dan terkendali. Hal itu disampaikan Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati saat operasi pasar di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Minggu (10/5/2026).

 

Sri Muniati mengatakan, Bulog mendapat instruksi melakukan gerakan serentak untuk memastikan pasokan Minyakita tersedia di pasar rakyat, khususnya pasar pemantauan SP2KP.

 

“Berdasarkan pemantauan dari Dinas Perdagangan dan instansi terkait, rata-rata harga Minyakita di Jawa Tengah masih cukup aman, berkisar Rp15.650 sampai Rp15.680 per liter. Artinya masih sesuai dengan HET Rp15.700,” ujarnya.

 

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Bulog terus menyalurkan Minyakita dari stok komersial ke pedagang mitra di pasar rakyat. Dalam kegiatan serentak kali ini, setiap pedagang sembako di pasar mendapatkan sekitar dua dus Minyakita.

Baca juga:  SIG Ciptakan Terobosan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

 

Distribusi dilakukan tidak hanya di Pasar Karangayu, tetapi juga di pasar-pasar SP2KP dan pasar rakyat lain di berbagai daerah di Jawa Tengah.

 

Menurut Sri Muniati, terdapat 28 pasar SP2KP di 25 kabupaten/kota yang menjadi titik pemantauan harga. Selain itu, ada 47 pasar rakyat non-SP2KP yang juga menjadi mitra distribusi Bulog.

 

“Totalnya sekitar 75 pasar yang menjadi mitra kami. Untuk pengecer di pasar SP2KP ada 323 pedagang dan di pasar nonpemantauan sekitar 270 pedagang. Jadi total hampir 600 pedagang menjadi mitra Bulog di pasar,” jelasnya.

 

Selain pasar rakyat, Bulog juga memiliki jaringan distribusi lain untuk mendekatkan pasokan Minyakita kepada masyarakat di kawasan permukiman.

 

Sejak awal 2026, Bulog Jawa Tengah telah menyalurkan hampir 6 juta liter Minyakita. Untuk wilayah dengan distribusi terbesar berada di Tegal yang mencapai hampir 2 juta liter.

Baca juga:  Grab Indonesia dan OVO Donasikan 3,5 Miliar Rupiah untuk Korban Konflik Gaza

 

“Kami menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan pasar dan jumlah penduduk di masing-masing wilayah,” katanya.

 

Sri Muniati mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia meminta masyarakat membeli minyak goreng sesuai kebutuhan rumah tangga.

 

“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik karena pasokan masih tersedia. Belilah sesuai kebutuhan,” ujarnya.

 

Kepada para pedagang, Bulog meminta agar menjual Minyakita sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

 

“Kalau ada pedagang yang tidak mematuhi aturan, kami tidak segan memberikan peringatan hingga mencabut kerja sama,” tegasnya.

 

Bulog juga mendorong pedagang menjual Minyakita secara eceran, bukan dalam jumlah besar per karton, agar distribusi lebih merata dan masyarakat lebih mudah mendapatkan minyak goreng.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...

Sinar Mas Land Resmikan DP Mall Expansion

New Honda ADV 160 Hadir di Festival...

Menko Airlangga Ajak Investasi di KEK