29.7 C
Semarang
Minggu, 17 Mei 2026

Kirab Sedekah Bumi, Wujud Kerukunan Desa Getaspejaten




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemerintah Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus menggelar kirab budaya sedekah bumi tahun 2026, Minggu (17/5). Kegiatan budaya tahunan yang berlangsung meriah ini, menjadi magnet tersendiri bagi warga dengan melibatkan ratusan peserta dari unsur lembaga pendidikan hingga elemen masyarakat desa.

Kepala Desa Getaspejaten, Kusnadi, menyampaikan bahwa kirab ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian tradisi Apitan (bulan Apit atau Zulkaidah dalam kalender Hijriah, red). Sebelumnya, bersama warga telah dilaksanakan doa bersama di punden desa serta kenduri di balai desa.

‘’Acara hari ini merupakan puncak dari rangkaian sedekah bumi tahun 2026. Sebelumnya kami mengadakan doa bersama di punden Getaspejaten dan kenduri di balai desa,’’ ujar Kusnadi, di sela-sela acara.

Kata Kusnadi, kirab budaya bertajuk “Rukun ing Agama Lestari ing Lingkungan lan Budaya Desa” kali ini, diikuti sebanyak 27 kontingen peserta. Mulai dari perwakilan sekolah hingga utusan warga dari masing-masing wilayah rukun warga (RW). Semuanya pun menunjukkan kreativitas terbaiknya,

Baca juga:  Tanggap Darurat Bansor Kudus Berakhir, Kerugian Infrastruktur Tembus Rp250 Miliar

Kusnadi menegaskan, bahwa tema tersebut membawa pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga kerukunan antarwarga tanpa memandang perbedaan agama, sembari aktif melestarikan kebudayaan lokal dan menjaga kebersihan lingkungan hidup.

‘’Kami ingin masyarakat hidup rukun tanpa membedakan agama, bersama-sama melestarikan budaya desa dan menjaga lingkungan agar tetap bersih,’’ jelasnya.

Sebagai upaya memacu semangat dan menambah semarak suasana, pihak panitia menyediakan apresiasi khusus bagi peserta kirab terbaik. Penghargaan diberikan dalam bentuk juara satu, dua, dan tiga, serta kategori harapan bagi perwakilan RW yang berpartisipasi aktif dalam iring-iringan budaya ini.

Menarikanya, sebagian besar kebutuhan pelaksanaan kirab dipenuhi secara swadaya mandiri oleh masyarakat setempat. Pemerintah desa memberikan dukungan stimulan berupa penyediaan konsumsi dan makanan ringan bagi warga yang terlibat langsung di lapangan.

Baca juga:  Penipuan Rekrutmen Pegawai RSUD Kudus Segera Disidangkan

‘’Warga sangat antusias karena kegiatan ini memang dilaksanakan bersama-sama secara gotong royong,’’ tambah Kusnadi.

Menurutnya, meski situasi perekonomian masyarakat saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk menyukseskan tradisi leluhur ini. Pemerintah desa berharap, momentum sedekah bumi ini tidak sekadar menjadi tontonan tahunan, melainkan menjadi sarana efektif dalam mempererat tali persaudaraan serta menjaga kekompakan warga demi kemajuan desa.

‘’Harapan kami masyarakat Desa Getaspejaten semakin rukun, kompak, dan bersama-sama memajukan desa,’’ pungkasnya. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...