Tekan Pernikahan Dini dan Perceraian, Ida Gandeng Forum Ayah Ungaran Luncurkan Sekolah Pra Nikah




JATENGPOS. CO ID, Kabupaten Semarang — Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, menekankan pentingnya kesiapan mental dan pengetahuan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Hal ini disampaikan Ida saat membuka sekaligus menjadi narasumber dalam acara Grand Launching Sekolah Pra Nikah yang diinisiasi oleh Forum Ayah Ungaran, Minggu (17/5/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Tahu Bakso Bu Puji, Jalan Diponegoro, Ungaran, Kabupaten Semarang ini menyasar generasi muda sebagai peserta utama. Langkah ini dinilai strategis mengingat Komisi E DPRD Jawa Tengah yang membidangi kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan, terus menyoroti isu-isu ketahanan keluarga di wilayah tersebut.

Selain Ida Nurul Farida, kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Semarang Musyarofah, Ketua Forum Ayah Ungaran Saeful Huda selaku pihak penyelenggara, serta budayawan sekaligus akademisi Dr. Phil. Habiburrahman El Shirazy, Lc. (Kang Abik).

Investasi Sumber Daya Manusia

Dalam pemaparannya, Ida Nurul Farida menegaskan bahwa pembekalan sebelum menikah merupakan bagian dari investasi jangka panjang daerah untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas. Kesiapan yang matang dari pasangan suami istri dinilai akan berdampak langsung pada pola asuh anak kelak.

Baca juga:  Dinlutkan Pemkab Demak Kembangkan Usaha Garam Rakyat

“Pendidikan pra-nikah merupakan langkah strategis untuk menekan angka pernikahan dini dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia muda. Kami mendukung penuh program ini sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang berkualitas,” jelas Ida.

Ida juga menambahkan bahwa tantangan dalam kehidupan berumah tangga memerlukan kedewasaan yang menyeluruh, bukan sekadar perayaan sesaat.

“Pendidikan pra-nikah bukan hanya sekadar persiapan menuju pernikahan, tetapi juga membentuk generasi muda yang lebih matang dalam menghadapi kehidupan berkeluarga. Pernikahan bukan hanya acara, status, romantisme, tapi Pernikahan adalah amanah, Ibadah, dan perjalanan seumur hidup,” tandasnya.

Diikuti Ratusan Pemuda Kabupaten Semarang

Program luar sekolah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Berdasarkan data panitia, kegiatan Sekolah Pra Nikah ini diikuti oleh 110 orang pendaftar. Mayoritas peserta merupakan pemuda-pemudi yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang.

Baca juga:  Ratusan Warga Sekitar Jalan Tol Terima Bantuan Paket Sembako

Tingginya antusiasme peserta ini menunjukkan adanya kesadaran yang mulai tumbuh di kalangan anak muda mengenai pentingnya bekal ilmu sebelum membina rumah tangga.

Sebagai sesama narasumber, Habiburrahman El Shirazy atau yang akrab disapa Kang Abik, turut memperkuat argumentasi mengenai pentingnya ketahanan keluarga. Menurut dia, kualitas sebuah bangsa atau daerah sangat ditentukan oleh kualitas unit terkecilnya, yaitu keluarga.

“Menyiapkan SDM unggul tidak bisa instan, perlu program berkelanjutan yang dimulai sejak dini. Sekolah pra-nikah ini diharapkan dapat mengurangi pernikahan usia anak, perceraian, serta masalah kesehatan keluarga seperti stunting,” ujar Kang Abik.

Melalui sinergi antara legislator, komunitas sosial seperti Forum Ayah Ungaran, dan tokoh masyarakat, program edukasi seperti ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten guna menciptakan keluarga-keluarga yang tangguh di Jawa Tengah. (*/has/jan)

 




TERKINI




Rekomendasi

...