Wapres Gibran Lanjutkan Tradisi Kurban Jokowi di Ponpes Singo Ludiro


JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Pondok Pesantren (Ponpes) Singo Ludiro Khalifatullah, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, kembali menerima bantuan hewan kurban dari keluarga Solo, Rabu (27/05). Tradisi berkurban yang sebelumnya rutin dilakukan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini resmi dilanjutkan oleh sang putra yang juga Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Pada Idul Adha kali ini, Wapres Gibran mengirimkan satu ekor sapi berjenis Simental dengan bobot mencapai 800 kilogram. Meskipun sempat ada kendala teknis yang membuat kedatangan hewan kurban mundur dari jadwal semula, sapi jumbo tersebut telah tiba dengan selamat di pondok pada malam hari sebelum penyembelihan.

Pengasuh Ponpes Singo Ludiro Khalifatullah, Umi Lilis Patimah, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas konsistensi keluarga Joko Widodo dalam memberikan perhatian kepada para santri dan warga sekitar pondok.

Baca juga:  Residivis Narkoba di Gatak Diringkus, Polisi Sita 4,39 Gram Sabu

“Alhamdulillah hari ini kita sudah melaksanakan kurban sapi yang dikirim oleh Bapak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ini jenisnya Simental dengan bobot 800 kilogram. Bantuan ini merupakan kelanjutan dari tradisi Bapak Joko Widodo selama menjabat presiden, dan jika total dari keluarga beliau, ini sudah yang ke-12 kalinya,” ujar Umi Lilis.


Selain sapi dari Wakil Presiden, Ponpes Singo Ludiro Khalifatullah juga menyembelih 9 ekor kambing, yang jumlahnya diprediksi akan terus bertambah hingga 15 ekor seiring adanya tambahan hewan kurban dari para donatur pada hari kedua dan ketiga tasyrik.

Seluruh daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada 210 jiwa yang masuk dalam keluarga besar pondok pesantren serta masyarakat yang tinggal di lingkungan kanan dan kiri pondok.

Baca juga:  Semester I 2022 Jasa Raharja Surakarta, Serahkan Total Santunan Rp 28,2 Miliar

Berbeda dengan tempat lain, sebagian daging kurban ini juga akan dimasak bersama di pondok untuk dinikmati oleh keluarga besar pesantren dan warga sekitar.

Ada yang menarik dalam prosesi kurban di Ponpes Singo Ludiro Khalifatullah ini. Seluruh tahapan pelaksanaan kurban mulai dari menyembelih, menguliti, memotong daging, mendistribusikan, hingga memasak dilakukan secara mandiri oleh para santri putra dan putri.

Umi Lilis menjelaskan, pelibatan aktif para santri ini sengaja dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar kelas.

Langkah ini dinilai efektif untuk memupuk kemandirian sekaligus memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai tata cara pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang sah sesuai dengan syariat Islam. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...