Rising Heroes PMI Surakarta, Apresiasi Pendonor Gen-Z Perdana


JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta resmi meluncurkan program Rising Heroes pada Sabtu (30/5). Program ini merupakan bentuk apresiasi khusus bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, yang melakukan donor darah pertama kali tepat saat menginjak usia 17 tahun.

Ketua PMI Kota Surakarta Sumartono Hadinoto langkah strategis ini diambil guna menumbuhkan budaya donor darah sejak dini sekaligus menjaga keberlanjutan stok darah di masa depan.

Peluncuran program ini dilatarbelakangi oleh hasil survei internal PMI Kota Surakarta yang menunjukkan masih rendahnya tingkat partisipasi donor darah di kalangan remaja.

“Melalui Rising Heroes, PMI berharap generasi muda dapat menjadi penerus estafet kepedulian sosial dan menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat serta positif.” Kata Sumartono, Minggu (31/05).


Baca juga:  Jelang Dilantik, Prabowo Bertemu Jokowi dan Gibran di Kediaman Sumber, Membahas Apa?

Momentum peluncuran ini langsung diwarnai dengan aksi nyata dari Argana Rhaka Kurniawan (17). Sebagai pendonor pertama dalam program ini, Raka mendapatkan kejutan dan apresiasi khusus dari petugas PMI Kota Surakarta tepat di hari ulang tahunnya.

Raka mengaku senang dan tidak menyangka aksi pertamanya ini akan mendapat sambutan hangat. Ia mengungkapkan bahwa motivasinya murni datang dari lingkungan keluarga yang memang rutin melakukan donor darah. Ia terinspirasi oleh orang tua dan kakaknya yang selalu konsisten membantu sesama melalui donor darah.

Sumartono menegaskan bahwa keterlibatan Generasi Z sangat krusial dalam keberlangsungan gerakan kemanusiaan ini. Dengan populasi yang besar dan jiwa sosial yang tinggi, kelompok muda ini memiliki potensi besar menjadi agen perubahan di masyarakat.

Baca juga:  Ganjar Harap Daerah Lain Bantu Kudus Tangani COVID-19

Melalui program Rising Heroes, PMI Kota Surakarta juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa perayaan ulang tahun ke-17 atau sweet seventeen dapat dirayakan dengan cara yang lebih bermakna.

“Menambah usia tidak hanya tentang kebahagiaan pribadi, tetapi juga tentang membagikan harapan dan menyelamatkan nyawa orang lain,” tandas Sumartono. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...