JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Tani Merdeka Sukoharjo yang digelar di Taman Budaya Suryani, Rabu (9/6), menjadi momentum penguatan program sektor pertanian.
Di bawah kepemimpinan Nikolaus Roni, organisasi ini berkomitmen penuh mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendekatan inovatif dan pengawasan ketat di lapangan.
Ketua DPD Tani Merdeka Sukoharjo, Nikolaus Roni, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah penerapan metode integrated farming atau pertanian terpadu. Program ini dirancang untuk memaksimalkan produktivitas lahan milik petani di Sukoharjo melalui edukasi yang masif.
“Target program untuk Sukoharjo nanti adalah sosialisasi dan edukasi integrated farming hingga menyentuh tingkat RW. Sebagai langkah awal, saat ini kami sudah menyiapkan 19 demplot pertanian terpadu,” ujar Roni saat memaparkan program kerjanya.
Langkah taktis ini mendapat dukungan penuh dari tingkat wilayah. Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, mengingatkan pentingnya antisipasi dini terhadap tantangan musim kemarau, terutama terkait kendala irigasi yang kerap membayangi hasil panen.
Dia meminta pengurus daerah memanfaatkan jalur koordinasi dengan pusat demi mempermudah akses bantuan bagi petani.
“Saat ini Tani Merdeka memiliki Ketua Dewan Pembina yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, yaitu Sudaryono. Monggo silakan dimanfaatkan untuk mengakses dan menyerap program-program bantuan dari pusat agar petani di Sukoharjo semakin kuat,” jelas Wawan.
Di sisi lain, program Tani Merdeka tidak hanya berfokus pada teknis budidaya, melainkan juga pada fungsi pengawalan kebijakan pemerintah agar tepat sasaran. Ketua Umum DPP Tani Merdeka, Don Muzakir, menekankan pentingnya peran kader di daerah untuk menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mengamankan rantai pasok pertanian.
“Tugas utama kita adalah mengawal program pemerintah demi menjaga swasembada beras. Kami akan mengawasi agar bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tidak diperjualbelikan, memastikan serapan gabah oleh Bulog berjalan sesuai harga yang ditentukan, dan menjaga distribusi pupuk agar tidak dijual di atas harga resmi,” tegas Don Muzakir.
Melalui sinergi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri, Tani Merdeka Sukoharjo diarahkan untuk bergerak tanpa memandang golongan politik. Fokus utama organisasi tetap bertumpu pada penguatan kapasitas petani, mitigasi dampak perubahan iklim, serta pelaksanaan aksi penanaman nyata di lapangan guna menghadapi ancaman kekeringan.
Acara ini turut disaksikan oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono, Ketua DPD Partai Gerindra Titik Suprapti, jajaran pejabat, tokoh masyarakat, serta ratusan petani yang tergabung dalam organisasi Tani Merdeka. (dea/rit)






