Realisasi Belanja Daerah Sentuh Angka 28,29 Persen


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus mencatat realisasi belanja daerah Pemkab Kudus Tahun Anggaran telah mencapai Rp645.120.186.723 dari total pagu anggaran sebesar Rp2.280.371.125.755, atau setara dengan 28,29 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menjelaskan bahwa serapan anggaran sebesar 28,29 persen ini merupakan akumulasi dari beberapa jenis belanja yang tersebar di seluruh OPD, Kecamatan, hingga Kelurahan di Kabupaten Kudus.

‘’Dari total anggaran yang disiapkan, Belanja Operasi menjadi instrumen penyerap terbesar sejauh ini, yakni menyentuh angka Rp567.883.418.220 atau sekitar 32,73 persen dari pagu Belanja Operasi sebesar Rp1.734.812.110.769,’’ ujar Djati, baru-baru ini.

Sementara itu, komponen Belanja Modal baru terealisasi sebesar 4,28 persen atau Rp12.813.144.135 dari alokasi Rp299.274.740.472. Untuk Belanja Tidak Terduga (BTT), dari pagu Rp6.732.468.546 telah dikeluarkan dana sebesar Rp1.104.000.000 (16,40 persen). Adapun komponen Belanja Transfer tercatat telah terealisasi sebanyak Rp63.319.624.282 atau sekitar 26,43 persen dari total anggaran Rp239.551.806.000.


Baca juga:  Halaqoh MUI Kudus Soroti Fenomena LGBT

Djati menambahkan, jika ditinjau dari sisi kelembagaan atau OPD, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) menjadi instrumen dengan nominal serapan terbesar. Dinas tersebut mencatatkan realisasi belanja total hingga Rp80.229.935.000 (35,03 persen) dari total pagu mencapai Rp229.005.056.531.

Menyusul di posisi berikutnya adalah Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dengan realisasi anggaran mencapai Rp38.251.520.143,00 (23,61 persen) dari total alokasi Rp162.000.916.147,00.

‘’Komponen belanja di kedinasan besar seperti Dinas Pendidikan memang bergerak cepat karena terkait langsung dengan operasional rutin, pembiayaan guru, serta program pelayanan dasar masyarakat,’’ imbuh Djati.

Meskipun secara nominal Disdikpora memimpin, jika dilihat berdasarkan efisiensi persentase serapan anggaran, terdapat beberapa satuan kerja yang bergerak cukup bagus. Meliputi Kecamatan Jati mencapai serapan tertinggi di tingkat kecamatan sebesar 39,49 persen (Realisasi Rp1.365.496.198 dari pagu Rp3.457.698.368).

Lalu Bagian Hukum Setda menyerap 33,62 persen anggaran (Realisasi Rp33.414.000 dari pagu Rp99.383.750). Kemudian Dinas Perhubungan (Dishub) menunjukkan kinerja serapan yang baik sebesar 33,25 persen (Realisasi Rp21.817.836.402 dari pagu Rp65.613.568.125).

Baca juga:  Serap Aspirasi Pembangunan melalui Forum Konsultasi Publik RKPD 2027

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatatkan realisasi total Rp2.193.498.156 atau sekitar 38,17 persen dari pagu anggaran sebesar Rp5.746.743.832.

Melihat realisasi Belanja Modal yang masih berada di angka 4,28 persen, pihaknya menekankan bahwa hal tersebut merupakan siklus anggaran yang lumrah terjadi pada paruh pertama tahun anggaran. Kendati, Ia optimistis angka ini akan mengalami lonjakan tajam pada beberapa bulan ke depan, seiring dengan penyelesaian kontrak kerja fisik dan pencairan termin proyek infrastruktur di berbagai dinas teknis.

‘’Proses administrasi lelang dan kontrak sebagian besar sudah berjalan. Begitu progres fisik di lapangan selesai dan dokumen penagihan masuk ke kami, serapan Belanja Modal dipastikan akan naik secara signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh OPD agar mempercepat pelaporan tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...