Lawang Sewu Sambut 69 Peserta Jasirah Heritage Cycling 2026

*Perkuat Wisata Heritage Jawa Tengah


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kawasan heritage Lawang Sewu kembali menjadi ruang singgah penting dalam pergerakan wisata berbasis sejarah dan komunitas. Pada Sabtu (20/6/2026), sebanyak 69 peserta Jasirah Heritage Cycling 2026 singgah di ikon Kota Semarang tersebut dalam rangkaian perjalanan lintas destinasi heritage di Jawa Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah itu berlangsung singkat, sekitar pukul 06.30 hingga 06.50 WIB. Meski hanya sebentar, momentum tersebut menjadi bagian penting dalam promosi wisata sejarah dan penguatan jejaring antar pemangku kepentingan.

Di Lawang Sewu, para peserta yang berasal dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, komunitas sepeda, hingga berbagai unsur terkait melakukan sesi dokumentasi bersama. Aktivitas ini menjadi sarana promosi visual untuk memperkenalkan kekayaan heritage Jawa Tengah kepada masyarakat yang lebih luas.

Manager Historical Building Lawang Sewu, Moedji Setiono mengatakan, kehadiran peserta Jasirah Heritage Cycling menjadi bukti kuat bahwa wisata heritage semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat modern.


“Kami senang dan bangga Lawang Sewu menjadi bagian dari rangkaian Jasirah Heritage Cycling 2026. Kegiatan ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat melalui bersepeda, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kekayaan heritage Jawa Tengah,” katanya.

Baca juga:  KAI Wisata Hadirkan Kereta Wisata Baru Klinthing

Menurutnya, antusiasme peserta menunjukkan bahwa destinasi sejarah kini tidak hanya dipandang sebagai ruang edukasi, tetapi juga ruang interaksi dan aktivitas komunitas. Hal ini membuka peluang pengembangan kegiatan wisata yang lebih variatif di kawasan heritage.

Rangkaian Jasirah Heritage Cycling 2026 sendiri menghubungkan sejumlah destinasi bersejarah di Jawa Tengah. Rute perjalanan dimulai dari Semarang, kemudian melintasi Ungaran, Ambarawa, hingga berakhir di kawasan Magelang dan Borobudur.

Konsep perjalanan tersebut tidak hanya menonjolkan aspek olahraga bersepeda, tetapi juga memperkuat narasi sejarah dan budaya di sepanjang jalur yang dilalui peserta. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menyeluruh.

Moedji menambahkan, sinergi antara pengelola kawasan heritage, pemerintah, komunitas, dan lembaga seperti Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam pengembangan wisata berbasis sejarah.

“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi seperti ini. Lawang Sewu akan selalu terbuka menjadi bagian dari inisiatif positif yang mendukung pertumbuhan pariwisata Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca juga:  CIMB Niaga Finance Pertegas Pertumbuhan di Tengah Tantangan Ekonomi, Bagikan Dividen Rp129 Miliar

Selama berada di Lawang Sewu, para peserta terlihat antusias mengabadikan momen di tengah kemegahan bangunan bersejarah tersebut. Arsitektur khas kolonial yang masih terjaga menjadi latar yang kuat dalam memperkaya dokumentasi perjalanan.

Selain sebagai titik kunjungan, Lawang Sewu juga menjadi ruang pertemuan singkat yang mempertemukan berbagai latar belakang peserta dalam satu pengalaman bersama. Interaksi tersebut memperkuat nilai kebersamaan dalam kegiatan berbasis komunitas.

Manajemen Lawang Sewu menyebut akan terus membuka diri terhadap berbagai kegiatan kolaboratif yang menggabungkan wisata, budaya, dan gaya hidup sehat. Pengembangan program komunitas menjadi salah satu fokus dalam menghidupkan kawasan heritage secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Lawang Sewu bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang terbuka bagi aktivitas positif masyarakat,” pungkas Moedji.

Melalui kegiatan Jasirah Heritage Cycling 2026, Lawang Sewu kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul penting wisata heritage di Jawa Tengah yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga aktif terlibat dalam dinamika pariwisata modern.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...