PKMI UNS Perkenalkan Pentingnya Roadmap Mewujudkan Kelompok Tani Lebih Maju Berkelanjutan


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Tim Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara resmi memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama Kelompok Tani Lestari Makmur di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan perdana difokuskan pada pengenalan pentingnya roadmap sebagai dasar dalam membangun mindset, motivasi, dan arah pengembangan kelompok tani yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Kegiatan diadakan di Dusun Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, pada Selasa (23/6), dengan tema ‘Pengembangan Kewirausahaan, Pendampingan Penyusunan Roadmap, dan Pelatihan  Manajemen Bisnis Berbasis Pertanian: Transfer Pengetahuan dan Pengalaman Lapangan  dari Wakai Farm Jepang untuk Kelompok Tani Hortikultura di Karanganyar, Indonesia’ merupakan kerja sama Fakultas Pertanian UNS dengan Kelompok Tani Lestari Makmur  dan Wakai Farm Hiroshima, Jepang.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya kelompok tani yang memiliki potensi besar, namun belum memiliki arah pengembangan yang jelas. Akibatnya, berbagai program dan kegiatan sering kali berjalan tanpa target jangka panjang yang terukur. Melalui penyusunan roadmap, kelompok tani diajak untuk merumuskan visi, tujuan, prioritas program, serta tahapan pengembangan yang ingin dicapai secara bertahap. Roadmap diharapkan menjadi panduan bagi kelompok tani dalam menentukan langkah strategis pengembangan organisasi dan usaha tani di masa depan, sekaligus membangun komitmen bersama seluruh anggota dalam mewujudkan kemajuan kelompok.

Baca juga:  69 Pejabat Pemkab Boyolali Dimutasi

Program ini didanai oleh Universitas Sebelas Maret (UNS, https://uns.ac.id/id/) melalui skema Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) Tahun 2026 dan dilaksanakan melalui kolaborasi Fakultas Pertanian UNS dengan Wakai Farm, sebuah usaha pertanian di Hiroshima, Jepang. Kehadiran mitra internasional ini diharapkan dapat memperkaya wawasan anggota kelompok tani mengenai pengembangan usaha pertanian modern, manajemen kelompok, dan strategi peningkatan daya saing.


Kegiatan yang dihadiri oleh penyuluh pertanian setempat ini berlangsung dengan antusias. Anggota Kelompok Tani Lestari Makmur aktif berdiskusi mengenai arah pengembangan kelompok, peluang usaha pertanian, serta strategi yang perlu disiapkan untuk mewujudkan target yang telah dirumuskan dalam roadmap. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas kelompok menuju organisasi petani yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan ini diketuai oleh Mercy Bientri Yunindanova, S.P., M.Si., Ph.D. bersama tim pengabdian dari Fakultas Pertanian UNS. Menurutnya, roadmap tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun pola pikir maju, meningkatkan motivasi, serta menyatukan visi seluruh anggota kelompok dalam mencapai tujuan bersama.

Baca juga:  Melihat Proses Pembuatan Keris di Museum Brojobuono untuk Ilyas Akbar Almadani

Selain mendukung penguatan kelembagaan petani, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan kapasitas petani dan ketahanan pangan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan kewirausahaan pertanian, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok tani, dan mitra internasional.

Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Lestari Makmur diharapkan semakin siap menerima transfer pengetahuan dan pengalaman dari narasumber internasional pada kegiatan-kegiatan selanjutnya. Ke depan, model pendampingan penyusunan roadmap ini diharapkan dapat diterapkan pada lebih banyak kelompok tani di berbagai daerah sehingga kelompok tani tidak hanya aktif dalam kegiatan budidaya, tetapi juga memiliki arah pengembangan yang jelas, kapasitas organisasi yang kuat, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, kelompok tani dapat menjadi lembaga yang semakin berdaya guna, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pertanian masa depan. (mer/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...