Melalui Teman Moci, Puskesmas Sidorejo Lor Skrining Puluhan LC Sarirejo


JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Puskesmas Sidorejo Lor terus berupaya menekan penyebaran HIV di Kota Salatiga. Salah satunya melalui inovasi pelayanan kesehatan bertajuk TEMAN MOCI (Temukan HIV dengan Mobile VCT pada populasi kunci), sebuah program jemput bola yang menyasar populasi kunci dengan layanan pemeriksaan kesehatan secara langsung.

Bertempat di Puskesmas Pembantu ( Pustu) Bugel, puluhan pemandu lagu atau LC di komplek wisata karaoke Sarirejo ( Sembir) diperiksa kesehatannya, Kamis ( 9/7/2026).

Mereka datang ke Puskesmas secara bergantian mulai pukul 08.00. Satu persatu didaftar, kemudian menunggu urutan untuk diambil sampel darahnya, setelah itu diperiksa kesehatannta dokter.

Penanggung Jawab Program, dr. Fetika Widowati menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada deteksi HIV, tetapi juga memberikan layanan pemeriksaan penyakit menular lainnya secara terpadu. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan cakupan skrining sekaligus mempermudah kelompok sasaran memperoleh layanan kesehatan.


TEMAN MOCI dirancang lebih komprehensif dibanding layanan pemeriksaan konvensional. Puskesmas menggandeng berbagai pemangku kepentingan agar proses penjaringan sasaran berjalan lebih efektif.

Baca juga:  Dir Narkoba Polda Jateng Raih Presisi Award, Dedikasi Tinggi dalam Perangi Narkoba

Salah satu mitra yang dilibatkan adalah LSM Tegar yang selama ini melakukan pendampingan terhadap pemandu karaoke di kawasan wisata karaoke Sarirejo. Melalui pendampingan tersebut, peserta lebih nyaman dan terbuka mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya di Puskesmas Pembantu Bugel, sekitar 60 pemandu karaoke mengikuti pemeriksaan secara sukarela. Mereka datang secara tertib dengan pendampingan dari LSM, kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan yang telah disiapkan petugas.
Layanan yang diberikan tidak hanya pemeriksaan HIV, tetapi juga skrining sifilis, hepatitis B, hepatitis C, pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker leher rahim, hingga pemeriksaan kesehatan umum seperti tekanan darah, gula darah, tuberkulosis (TB), berat badan, dan lingkar perut.

Setelah pemeriksaan, setiap peserta menerima kartu kontrol sehingga riwayat pemeriksaan dapat terdokumentasi dengan baik dan memudahkan tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Hasil penerapan TEMAN MOCI ini cukup bagus. Dengan menggandeng pemangku kepentingan seperti Dinas Pariwisata, Dinas Sosial hingga LSM membuat penjaringan sasaran menjadi lebih mudah,” ujar dr. Fetika.

Baca juga:  Kholik Idris Ikuti Donor Darah di Desa Talunombo

Menurutnya, melalui pendekatan jemput bola tersebut, sejumlah sasaran yang membutuhkan penanganan telah berhasil ditemukan lebih dini sehingga bisa segera mendapatkan layanan lanjutan sesuai prosedur.

Salah seorang pemandu karaoke, Manda (25), mengaku terbantu dengan hadirnya program tersebut. Ia merasa layanan kesehatan kini lebih mudah dijangkau tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan yang lokasinya lebih jauh.”Senang karena merasa diperhatikan. Jadi tidak perlu jauh-jauh untuk memeriksakan kesehatan,” katanya.

Melalui inovasi TEMAN MOCI, Puskesmas Sidorejo Lor berharap deteksi dini HIV dan penyakit menular lainnya di kalangan populasi kunci semakin meningkat. ” Kami berharap pendekatan kolaboratif ini mampu mengurangi stigma, memperluas akses layanan kesehatan, serta mempercepat upaya pengendalian HIV di Kota Salatiga,” pungkasnya.( deb)


TERKINI

Rekomendasi

...