Antisipasi Serangan Siber, KSOP Kelas I Tanjung Emas Uji Keamanan Hadapi Audit Internasional


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas menggelar Latihan Bersama (Joint Exercise) ISPS Code untuk memperkuat keamanan di tengah masifnya digitalisasi dan meningkatnya ancaman siber maritim nasional.

Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Port Facility Security Officer (FK-PFSO) ini dibuka pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 09.00 WIB, di Ruang VIP Lantai 2, Terminal Penumpang Tanjung Emas, Semarang. Latihan kali ini mengusung tema “Penanganan Insiden Keamanan Siber Aplikasi TOP X di Faspel PT Pelindo Terminal Peti Kemas Semarang yang Mengganggu Sistem Operasional dan Rantai Logistik pada Fasilitas Pelabuhan Tanjung Emas”.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas, Aries Wibowo, menyatakan bahwa digitalisasi pelabuhan—dari manifes hingga pintu (gate) otomatis— rentan terhadap risiko serangan siber tersembunyi yang mampu melumpuhkan operasional dalam hitungan detik. Ia mencontohkan insiden putusnya kabel optik akibat proyek konstruksi lalu yang sempat melumpuhkan gate Terminal Peti Kemas Semarang (TPK_S) sebagai bukti pentingnya mitigasi ini.

Baca juga:  Petani Kota Semarang Diuntungkan Lewat Skema Retribusi Lahan Perda No 4 Tahun 2025

Kepala Subdirektorat Pengamanan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Yuserizal, S.Si.T., M.M.Tr., menambahkan bahwa latihan siber ini krusial untuk menghadapi pengawasan ketat United States Coast Guard (USCG) yang berkala memantau kepatuhan ISPS Code di Indonesia melalui pemeriksaan mendadak dan wawancara lapangan.


Yuserizal mengingatkan para PFSO agar tidak hanya sekadar formalitas administrasi. “PFSO dan personel keamanan harus menguasai teknis lapangan. Saat tim auditor internasional datang melakukan wawancara mendadak mengenai garis pertahanan dan manajemen risiko siber, sistem kita akan dinilai tidak bekerja jika personel tidak siap,” tegasnya.

Subdit Pengamanan KPLP juga melarang penggunaan satu laporan latihan yang seragam untuk seluruh Fasilitas Pelabuhan (Faspen). Yuserizal menginstruksikan setiap Faspel menyusun laporan spesifik karena tata letak dan SOP (Standard Operating Procedure) pengamanan tiap titik—seperti Terminal Peti Kemas, Sriboga Flour Mills, atau Pertamina Patra Niaga—pasti berbeda.

Baca juga:  KPU Sukoharjo Tetapkan 684.551 Pemilih Berkelanjutan Triwulan II 2025, Data Terus Dimutakhirkan

Secara garis besar, latihan bersama ini menguji tiga pilar utama:
1. Uji Ketahanan Sistem: Mengukur kecepatan tim IT mendeteksi intrusi, ransomware, atau manipulasi data manifes.
2. Sinergi Komunikasi Lintas Sektor: Menguji koordinasi darurat antara PFSO, PSO, Kepolisian (Cyber Crime), KPLP, hingga nakhoda kapal (Ship Security Officer/SSO) saat sistem lumpuh.
3. Prosedur Kontinjensi Manual: Memastikan operasional logistik pelayanan kapal tetap berjalan manual dengan aman jika sistem digital mati total (shutdown).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran, Komandan Lanal Semarang, Ditressiber Polda Jateng, Distrik Navigasi Type A Kelas II Tanjung Emas, Polsek Kawasan Pelabuhan, Terminal Head TPK Semarang, Manajemen Pelindo Regional 3 Jateng, Pertamina Patra Niaga, PT. Sriboga Flourmill, PT. Optima Sinergi Comvestama, PT. Kayu Lapis Indonesia, asosiasi unsur maritim (INSA, APBMI, Organda dan Aptrindo) serta FK-PFSO yang dipimpin Ahmad Abidin. (Prast.wd/biz/sgt)


TERKINI

Rekomendasi

...