Asap Kebakaran Hutan Ancam Laga Final Spanyol Vs Argentina


JATENGPOS.CO.ID, WASHINGTON DC- Langit Amerika kembali kelabu. Bukan karena mendung, tapi karena kabut asap tebal yang “turun” dari Kanada dan utara Minnesota. Pada Jumat (17/7/2026) waktu setempat, sebagian besar wilayah AS masuk dalam peringatan kualitas udara tidak sehat.

Dan sialnya, ini terjadi pas jelang hajatan besar: Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina di dekat New York, Minggu (19/7/2026) waktu setempat.

Presiden Donald Trump langsung tancap gas. Lewat unggahan di Truth Social, ia menyebut situasi ini sama sekali tidak dapat diterima.

“Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya!” tulis Trump, Jumat (17/7).


Penyebabnya, menurut Trump, jelas: kebakaran hutan di negara tetangga. Data terbaru menyebut otoritas Kanada melaporkan lebih dari 200 titik api yang masih tidak terkendali per Jumat (17/7).

“Saya akan menelepon Perdana Menteri Mark Carney hari ini untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan terkait hal tersebut,” lanjut Trump.

Dampaknya nyata di lapangan. Berdasarkan data IQAir, Detroit di wilayah Midwest tercatat sebagai kota dengan polusi tertinggi di dunia pada Jumat. Disusul Washington DC dan Chicago yang juga masuk zona merah.

Otoritas setempat langsung mengeluarkan imbauan, hindari aktivitas luar ruangan yang tidak penting. Pakai masker kalau terpaksa keluar.

Kekhawatiran terbesar kini ada di New York dan New Jersey. Di sanalah stadion terbuka tempat final Piala Dunia akan digelar.Kualitas udara di wilayah metropolitan itu saat ini berada di level tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Ini sebenarnya sudah lebih baik dari Kamis (16/7), saat kabut asap membuat cakrawala Manhattan hampir tidak kelihatan sama sekali. Tapi Layanan Cuaca Nasional (NWS) memberi kabar kurang enak.

Mereka memperingatkan kabut asap berpotensi menebal lagi malam ini hingga Sabtu (18/7) pagi. Artinya, dua hari sebelum kick-off, langit New York masih bisa diselimuti asap.

Kebakaran hutan Kanada bukan kali pertama membuat AS batuk-batuk. Tapi tahun ini skalanya lebih besar dan waktunya lebih sial: pas musim olahraga global.Trump menuntut aksi cepat dari Ottawa.

Warga AS menuntut udara bersih. Dan jutaan penggemar bola menuntut langit cerah di hari Minggu.Satu hal yang pasti: final Piala Dunia tahun ini bukan cuma soal siapa angkat trofi. Tapi juga soal siapa yang bisa bernapas lega di tribun.

Baca juga:  Emil Holm Resmi Bagian Juventus

Spanyol Diunggulkan 

Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina diperkirakan berlangsung sengit. Selain adu strategi dua pelatih, pertandingan di Stadion New York New Jersey (MetLife Stadium) pada Minggu waktu setempat atau Senin (20/7) pukul 02.00 WIB WIB, juga akan ditentukan oleh sejumlah duel individu di lapangan.

Dikutip dari laman FIFA, ada tiga pertarungan antarpemain yang berpotensi menjadi pembeda dalam perebutan trofi Piala Dunia 2026. Mulai dari upaya Spanyol meredam Lionel Messi, pertarungan di lini tengah antara Rodri dan Enzo Fernandez, hingga duel pemain muda Lamine Yamal melawan bek berpengalaman Nicolas Tagliafico.

Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi masih menjadi motor permainan Timnas Argentina. Kapten La Albiceleste itu memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan 8 gol. Ia juga menjadi pemain paling kreatif di turnamen dengan torehan empat assist, termasuk dua assist yang mengantar Argentina bangkit mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal.

Karena itu, salah satu pekerjaan terbesar Timnas Spanyol adalah membatasi ruang gerak Messi. Tugas tersebut kemungkinan besar akan dipikul bek tengah Aymeric Laporte. Bek Athletic Bilbao itu tampil konsisten sepanjang turnamen bersama tandem mudanya, Pau Cubarsi. Keduanya menjadi fondasi kokoh lini belakang Spanyol yang baru kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan di Piala Dunia 2026.

Pertarungan di lini tengah juga diprediksi menjadi salah satu kunci final. Kapten Spanyol, Rodri, tampil dominan sepanjang turnamen. Gelandang Manchester City itu menjadi pemain dengan jumlah operan terbanyak, yakni 648 umpan, dengan akurasi mencapai 93 persen.

Tak hanya piawai mengatur tempo permainan, Rodri juga menjadi pemain dengan jarak tempuh terjauh sepanjang Piala Dunia 2026, yakni lebih dari 83 kilometer. Kemampuan bertahan Rodri pun tak kalah impresif. Ia menjadi salah satu gelandang dengan catatan intersep dan penghentian serangan lawan terbaik berdasarkan FIFA Power Rankings.

Di sisi lain, Argentina memiliki Enzo Fernandez yang juga tampil luar biasa. Pemenang penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022 itu dikenal agresif saat merebut bola. Sepanjang turnamen, Enzo telah mencatatkan 43 kali merebut penguasaan bola, terbanyak di skuad Argentina.

Baca juga:  Striker AZ Alkmaar Ingin Bela Timnas Indonesia

Selain itu, Enzo juga kerap muncul sebagai penyelamat. Ia mencetak gol penyeimbang saat Argentina bangkit mengalahkan Inggris pada semifinal, serta sebelumnya mencetak gol penting ketika menghadapi Mesir di babak 16 besar.

Duel menarik lainnya akan tersaji di sisi kanan serangan Spanyol. Lamine Yamal, yang baru berusia 19 tahun, perlahan menunjukkan performa terbaiknya setelah pulih dari cedera hamstring yang sempat mengganggu persiapannya menuju Piala Dunia 2026.

Pemain Barcelona itu tampil mengancam saat semifinal melawan Perancis. Pergerakannya memaksa lawan melakukan pelanggaran yang berujung penalti pembuka untuk Spanyol. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan melewati lawan membuat Yamal menjadi salah satu pemain yang paling diwaspadai Argentina.

Namun, ia akan menghadapi bek kiri berpengalaman Nicolas Tagliafico. Pemain Olympique Lyon tersebut merupakan bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 dan telah mengoleksi lebih dari 80 penampilan bersama tim nasional. Kemampuan bertahan satu lawan satu serta pengalaman bermain di pertandingan besar menjadi modal utama Tagliafico untuk meredam ancaman Yamal.

Seperti dilansir Kompas, timnas Spanyol datang dengan pertahanan terbaik di turnamen, sedangkan Timnas Argentina mengandalkan mental juara dan kecemerlangan Lionel Messi. Apabila Messi mampu lepas dari kawalan Laporte, Enzo Fernandez menguasai lini tengah, dan Tagliafico berhasil membatasi pergerakan Yamal, peluang Argentina mempertahankan gelar terbuka. Sebaliknya, jika Spanyol mampu memenangkan tiga duel tersebut, La Roja berpeluang meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.

Sementara, mantan bek Chelsea dan Timnas Prancis, Frank Leboeuf, diminta untuk memprediksi hasil pertandingan Spanyol vs Argentina. Dia tak ragu menjagokan Tim Matador akan menang besar.

Di babak semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol memetik kemenangan atas Prancis dengan skor 2-0. Kemenangan La Furia Roja saat itu ditentukan berkat gol dari Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro.

“Maaf, saya harus memilih [skor] dengan selisih gol yang sangat besar. Saya memprediksi skor 4-0 untuk kemenangan Spanyol,” kata Leboeuf seperti dikabarkan oleh Sportskeeda.

“Saya menaruh rasa hormat dan bisa saja memilih skor 3-2, tetapi maaf, skenario yang saya lihat adalah jika Spanyol mencetak satu gol saja, Argentina harus keluar menyerang dan mereka bisa dihukum mengingat talenta yang dimiliki tim Spanyol,” tambah Leboeuf. (kom/dtc/dbs/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...

Bawa Xabi Alonso Madrid Rogoh Kocek...

Eliano Jawab Rumor

Cedera, Verdonk Tercoret Lawan Lyon

PLN Sukses Gelar PLN Electric Run 2024,...

Benteng Pendem Ambarawa Kini Megah dan Indah,...