RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Gelar FKP, Benahi Antrean dan Perkuat Layanan Publik


JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menggelar Forum Konsultasi Publik atau FKP sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk memberi masukan terkait pelayanan kesehatan.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dr. Iin Dwi Yuliarti, mengatakan forum ini menjadi jembatan antara rumah sakit dengan pengguna layanan, OPD, lembaga pendidikan, ormas, hingga media massa.

“Penekanannya adalah kita secara terbuka memberi ruang bagi publik, masyarakat, pengguna layanan, baik OPD terkait, lembaga pendidikan, ormas, dari media massa, untuk berperan aktif dalam pelayanan kesehatan maupun penetapan kebijakan publik,” ujar dr. Iin saat FKP berlangsung, Rabu (22/7/2026).

Ia mencontohkan, salah satu agenda ke depan adalah perubahan alur pasien. Masukan dari peserta FKP akan digunakan untuk memperbaiki prosedur agar pelayanan semakin efektif.


Dalam forum tersebut, dr. Iin membeberkan sejumlah kendala yang masih dihadapi. Antrean panjang di UGD dan rawat jalan menjadi keluhan utama masyarakat.

“Antrean panjang terutama di UGD. Di rawat jalan juga banyak yang komplain. Kemudian tentang dokter. Alhamdulillah kita sudah mulai berbenah,” katanya.

Ia menjelaskan, keterlambatan praktik dokter kerap terjadi karena bentrok dengan jadwal operasi. Misalnya dokter dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB, tetapi masih operasi hingga pukul 09.00 WIB. Sementara pasien sudah datang sejak pukul 06.00 WIB dan merasa menunggu lama.

Baca juga:  LPEI Gandeng LDKPI, Dorong Peningkatan Ekspor Nasional

Untuk mengatasi hal itu, RSUD telah memasang sistem antrean di depan masing-masing poli. Ke depan, sistem IT juga akan diperbaiki agar pasien bisa memantau nomor antreannya secara real time.

“Jadi misalkan antrean nomor 19, pasien tahu nomor 19 itu datangnya jam berapa. Jadi tidak perlu menunggu dari nomor 1. Usulan dari teman-teman BPJS juga kami akomodasi dan sedang dirumuskan bersama tim IT,” jelas dr. Iin.

RSUD juga memiliki kanal aduan resmi melalui WhatsApp dengan tim khusus. Respon dilakukan maksimal 1×24 jam hingga 2×24 jam. Bahkan, tim bisa langsung turun ke rumah pasien jika diperlukan.

dr. Iin menyoroti kelemahan aduan melalui Google Review karena sulit dilacak identitas pelapornya. “Di Google Review kita tidak bisa melacak. Ada yang memberi bintang satu, tetapi setelah dicek ternyata pasiennya tidak ada,” ujarnya. Saat ini rating RSUD di Google berada di angka 4 koma sekian.

Selain itu, RSUD membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Perundungan. Langkah ini menyikapi instruksi Menteri Kesehatan terkait banyaknya kasus perundungan pada tenaga kesehatan.

“Kami bekerja sama dengan banyak universitas dan sekolah kesehatan. Ada koas, praktik gizi, keperawatan, kebidanan. Kami tidak ingin kejadian di media sosial terjadi di rumah sakit kami,” tegasnya.

Beberapa inovasi layanan telah berjalan, seperti Apoware, Siasat, dan Lembayung Senja untuk pasien jiwa di Bangsal Alamanda. Bangsal dengan kapasitas 10 tempat tidur itu kini sering terisi penuh. Pasien jiwa yang sebelumnya dirujuk ke RSJD Surakarta kini bisa ditangani di Sragen.

Baca juga:  BI: Solo Masuki Zona Ekonomi Positif

“Ini hasil kerja sama dengan LSM jiwa dari Gesi. Kami juga melatih pasien membuat tas bersama Disnaker,” kata dr. Iin.

Di bidang pendidikan, RSUD akan menjadi tempat penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS Patologi Klinik bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia atau UII. Peluncuran dijadwalkan 24 Juli 2026. Untuk tahap awal terdapat 3 mahasiswa. Basecamp dan ruang pembelajaran berada di lantai 3 RSUD.

“UII memandang layanan kita bagus sehingga layak diajak kerja sama. Nantinya dokter spesialis kita juga menjadi dosen pembimbing lapangan,” jelasnya.

Kerja sama serupa juga akan terjalin dengan Universitas Darussalam Gontor atau UNIDA. Mulai 2028, UNIDA akan menjadikan RSUD sebagai rumah sakit utama. Kedua kampus juga memberikan hibah berupa peralatan untuk mendukung pembelajaran.

“Jadi ke depan mahasiswa tidak perlu wara-wiri Jogja-Sragen. Mereka bisa teori dan praktik langsung di sini. Ini bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas SDM kesehatan di daerah,” pungkas dr. Iin.

RSUD dr. Soehadi Prijonegoro berkomitmen terus membenahi sistem pelayanan agar lebih cepat, transparan, dan menjawab kebutuhan masyarakat Sragen. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...