Komunitas Menawan Gelar Yoga Berkebaya di Museum Kretek


JATENGPOS.CO.ID, ​KUDUS – Peringatan Hari Berkebaya Nasional di Kabupaten Kudus dirayakan dengan cara yang tak biasa dan penuh warna. Sebanyak 30 perempuan dari berbagai daerah, berkumpul untuk mengikuti kegiatan Yoga Berkebaya yang diinisiasi oleh komunitas perempuan Menawan, di Museum Kretek Kudus, Sabtu (25/7).

​Kegiatan yang memadukan keanggunan busana tradisional dengan kesehatan jiwa dan raga ini, sukses menarik antusiasme peserta. Tidak hanya dari Kudus, para peserta yang hadir juga datang dari berbagai daerah tetangga, seperti Pati, Demak, hingga Rembang.

​Founder Menawan, Endang Novita Fatmawati, menjelaskan bahwa acara ini sengaja digelar untuk memperingati Hari Berkebaya Nasional 2026 sekaligus mengangkat ikon khas Kota Kretek.

​”Jadi kegiatan pada hari ini itu sekaligus memperingati Hari Berkebaya Nasional, khususnya untuk para wanita,” ujar Vita di sela-sela acara.


Sementara alasan ​memilih Museum Kretek sebagai lokasi kegiatan pun dilandasi alasan kuat. Menurut Vita, museum tersebut merupakan ciri khas Kota Kudus yang potensinya masih belum banyak dieksplorasi masyarakat luas.

​”Karena menurut aku lebih ke apa yang signature dari Kota Kudus aja sih. Dan menurut aku ini sangat pas lokasinya dan juga banyak yang belum tahu dan masih pada awam juga mau ke sini,” lanjutnya.

Baca juga:  Fraksi Demokrat DPRD Kudus Tolak KLB Deli Serdang

​Terkait konsep yoga berkebaya, Vita menegaskan tidak ada aturan yang kaku atau membebani peserta. Faktor kenyamanan tetap menjadi prioritas utama, di mana para peserta diperbolehkan mengenakan legging sebagai bawahan alih-alih kain ketat. Esensi dari kegiatan ini justru ditekankan pada aspek mindful dan kebebasan mengekspresikan diri.

​”Sebenarnya itu kondisional aja sih, senyamannya aja. Kalau yoga tuh lebih ke mindful, lebih ke percaya sama diri sendiri. Terus juga lebih ke mengekspresikan diri sendiri, jadi bebas mau pakai kostum apa aja yang pasti tetap nyaman,” paparnya.

​Lebih lanjut, Vita mengungkapkan bahwa komunitas Menawan memang memiliki fokus khusus pada pelestarian warisan budaya. Berbagai program rutin telah dijalankan, mulai dari membatik, berkebaya, melukis, hingga berkain. Tujuannya ganda yakni mengangkat kekayaan budaya lokal Kudus sekaligus mempererat solidaritas antarperempuan agar semakin berdaya.

​”Harapannya bisa mengangkat budaya di Kudus, yang kedua bisa mensolidkan komunitas wanita biar perempuan tuh lebih berdaya lagi,” imbuhnya.

​Komunitas Menawan sendiri terbuka bagi seluruh perempuan dari berbagai kalangan usia yang ingin berkembang dan mencari relasi positif. Selain kegiatan luar ruang, komunitas ini juga aktif berinteraksi melalui grup WhatsApp untuk merancang berbagai aktivitas bermanfaat seperti bulu tangkis maupun agenda healing bersama.

Baca juga:  Masyarakat Desak Transparansi dan Pengawasan Ketat MBG di Kudus

​”Semua wanita bisa bergabung dari umur berapapolitan. Misalkan dia mau berdaya, mau berkembang, kita bisa merangkulnya,” tandas Vita.

​Inovasi kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Salah satunya datang dari Shifa Putri Ayunda, warga Mejobo, Kudus. Ia mengaku sangat antusias mengikuti acara ini karena selain menyehatkan, kegiatan tersebut juga memberikan wawasan baru tentang sejarah lokal.

​”Excited ya, soalnya bagus ada yoga berkebaya, ada kegiatan kayak gini juga, tour museum juga, jadi lebih tahu kretek Kudus itu asalnya dari mana,” tutur Shifa.

​Ia berharap kegiatan positif semacam ini dapat lebih sering diselenggarakan ke depannya, sehingga mampu memotivasi perempuan yang jarang berolahraga agar lebih aktif melalui konsep yang kreatif dan menyenangkan.

​”Harapannya lebih dibanyakin aja. Perempuan-perempuan yang olahraganya kurang mungkin bisa lebih excited karena temanya itu banyak, terus ada activity painting juga, sangat bermanfaat,” pungkasnya. (han/rit)

 


TERKINI

Rekomendasi

...