JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Sriboga Flour Mill bersama Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkuat sinergi dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Sriboga Sharing Bisnis UMKM bertema Knowledge, Experience, dan Go Digital. Program yang digelar di Ruang Prof. Soedartono, Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNNES, Sekaran, Gunungpati, Selasa (28/7/2027), diikuti pelaku UMKM dari Semarang Raya dan sekitarnya.
GM Commercial PT Sriboga Flour Mill, Rike Sundari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengembangkan kapasitas UMKM binaan agar tidak hanya menjadi pelanggan, tetapi mampu tumbuh dan berkembang bersama perusahaan.
“Kami menyadari tidak bisa berjalan sendiri sehingga menggandeng perguruan tinggi yang memiliki kompetensi dalam pengembangan SDM dan bisnis UMKM agar pembinaannya lebih maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan UNNES diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas melalui transfer ilmu, inovasi, hingga pendampingan usaha.
“Kami ingin UMKM tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga memiliki akses pada pengetahuan tentang keamanan pangan, inovasi produk, manajemen usaha, keuangan hingga digitalisasi bisnis,” jelasnya.
Rike menambahkan, PT Sriboga Flour Mill saat ini telah membina sekitar 3.500 UMKM di berbagai daerah melalui berbagai program pemberdayaan. Selain pelatihan umum seperti Sharing Bisnis UMKM, perusahaan juga memiliki kelas lanjutan yang membahas manajemen keuangan, inovasi produk, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti program pembinaan berasal dari pelaku usaha berbasis tepung terigu, baik yang sudah menjadi pelanggan maupun yang belum menjadi mitra Sriboga.
“Harapan kami semakin banyak UMKM kuliner yang mampu berkembang dan naik kelas melalui inovasi serta pengelolaan bisnis yang lebih baik,” terangnya.
Dekan Fakultas Teknik UNNES, Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T., menyambut baik kerja sama tersebut karena selaras dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan dunia industri juga membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pelatihan bagi UMKM, tetapi juga mendukung program magang mahasiswa, penyerapan lulusan, hingga pengembangan riset di bidang pengolahan pangan.
“Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri sehingga kurikulum terus kami sesuaikan dengan perkembangan dunia usaha,” ungkapnya.
Dijelaskan, Fakultas Teknik UNNES juga memiliki program pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi UMKM. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, pengembangan peralatan, inovasi produk, hingga peningkatan kualitas dan nilai jual sehingga diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku usaha, jelasnya.
Kegiatan Sharing Bisnis UMKM menghadirkan seminar bertajuk “Keamanan Pangan pada Produk Berbahan Tepung Terigu” yang disampaikan dosen Fakultas Teknik UNNES Dr. Ir. Siti Fathonah, M.Kes., serta sesi inspiratif “Rahasia Dapur Bisnis: Sukses ala Gotri Bakery” oleh pemilik Gotri Bakery, Prihatin, S.Sos.I.
Selain seminar, peserta juga mendapatkan Baking Demo dari Chef Rudi Nasrudin dari Sriboga Customer Center Semarang yang menampilkan pembuatan Éclair dan Feuilletine Choco Banana Cake sebagai contoh inovasi produk berbasis tepung terigu untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar.
Program kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari kerja sama serupa yang sebelumnya telah dijalankan PT Sriboga Flour Mill bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, dengan harapan semakin banyak pelaku UMKM mampu berkembang, berinovasi, dan bertransformasi menuju bisnis yang lebih modern dan berkelanjutan.(aln)





