Jalan Beton 1,25 KM Program TMMD di Cukil, Jembatan Ekonomi Baru Tengaran-Susukan


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Suara molen bercampur tawa warga. Di tengah terik musim kemarau, para prajurit TNI, warga, dan aparat bahu-membahu meratakan cor beton di Desa Cukil. Inilah wajah TMMD Ke-129 Tahun 2026, bukan sekadar membangun, tapi menyambungkan harapan.

Selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang menjadi pusat bakti untuk masyarakat ini. Sasaran utamanya jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang akan menghubungkan Desa Cukil di Kecamatan Tengaran dengan Desa Kemetul di Kecamatan Susukan.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, turun langsung menyaksikan proses pengecoran. Ia berhenti sejenak, melihat adukan semen dituang ke cetakan jalan.

“Kami harapkan nantinya akan banyak dampak positif yang bisa terjadi dengan diperbaikinya jalan ini,” ujarnya.

Bagi Bupati, jalan ini bukan sekadar aspal dan semen. Akses yang lebih baik artinya mobilitas warga lebih cepat, biaya angkut hasil tani lebih murah.

Baca juga:  Efri Meldy Hengkang, Tim Basket UKSW Dilatih Jerry

“Termasuk mampu meningkatkan ekonomi warga, hingga mempercepat akses petani untuk mengangkut hasil panennya supaya lebih cepat, lebih murah, dan lebih efektif,” imbuh Ngesti.

Selama ini petani di dua kecamatan itu harus memutar dan melewati jalan rusak saat membawa sayur, padi, dan hasil kebun. Dengan jalan beton, truk bisa masuk, tengkulak tak lagi menekan harga karena ongkos mahal.

“Kami berharap jalannya bisa menjadi bagus karena di beton sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan mempercepat akses komunikasi di dua kecamatan itu,” harapnya.

Dengan dibangun jalan penghubung Cukil-Kemetul, pemerintah daerah dan TNI berharap roda ekonomi desa berputar lebih kencang. Distribusi hasil pertanian lancar, anak sekolah tak lagi becek ke sekolah, dan warga sakit bisa lebih cepat ke puskesmas.

“Karena dengan TMMD ini juga merupakan wujud bersama dalam mempercepat  pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tukas Bupati.

Baca juga:  33 Pelaku UMKM Kabupaten Semarang Terima Bantuan TJSL dari Bulog

Diketahui, TMMD ke-129 tidak berhenti mengerjakan jalan. Kodim 0714/Salatiga bersama Pemkab Semarang, Polri, dan warga juga menggarap sasaran fisik dan non-fisik lainnya.

Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, menyebut pembangunan jalan dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi prioritas.

“Tapi juga dilaksanakan rehabilitasi mushola, rehabilitasi TPQ, Pos Kamling, penanaman pohon produktif, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga penyerahan bantuan pestisida bagi petani,” jelasnya.

Semua dikerjakan bersama penuh gotong-rotong dan kemanunggalan. TNI-Polri angkat semen, ibu-ibu PKK siapkan konsumsi, pemuda desa ikut mengecor. Inilah semangat Manunggal yang sebenarnya.

Di ujung hari, ketika beton mulai mengeras, warga Cukil menatap jalan baru itu. Mungkin tahun depan, hasil panen mereka akan melaju lebih cepat di atasnya. Dan nama TMMD Ke-129 akan diingat bukan karena upacaranya, tapi karena jalan itu benar-benar mengubah hidup. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...