Bupati Sigit Lantik 58 Kepsek SD dan SMP


JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Bupati Sragen Sigit Pamungkas, melantik 58 kepala sekolah SD dan SMP di Aula Pemda Terpadu, Selasa (4/8). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola pendidikan di Kabupaten Sragen.

Dari 58 kepala sekolah yang dilantik, 11 orang menjabat di SD dan 47 orang di SMP. Sementara itu masih ada sekitar 80 kepala sekolah lainnya yang proses administrasinya masih berjalan.

Dalam sambutannya, Bupati Sigit meminta Dinas Pendidikan mempertimbangkan jarak antara rumah dan tempat tugas kepala sekolah agar lebih dekat.

“Jauh dari rumah kadang itu juga permintaan pribadi masing-masing. Ada juga yang suka jauh dari rumah karena terasa seperti piknik,” ujar Sigit.


Namun ia berharap ke depan penempatan dapat lebih didekatkan, agar kepala sekolah bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas dan tidak terbebani jarak tempuh.

Bupati juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah yang sudah tua. Pemerintah Kabupaten Sragen telah memiliki basis data sekolah yang rusak, perlu diperbaiki, dan perlu dipercantik.

Baca juga:  Gempa Guncang Yogyakarta - Pacitan, 17 Perjalanan Kereta Api Sempat Dihentikan

“Usia bangunannya sudah lama. Ada yang dari tahun 70-an, 80-an, era Inpres. Beberapa sudah saya datangi langsung untuk memastikan memang harus diperbaiki,” kata Sigit.

Ia menegaskan perbaikan tidak bisa tuntas dalam satu tahun karena keterbatasan anggaran. Namun Pemkab akan mengoptimalkan dana yang ada dengan memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan paling parah.

“Prioritas utama adalah kerusakan berat. Seperti atap bocor, dinding retak, yang membahayakan proses belajar-mengajar. Itu yang harus segera ditangani,” jelasnya.

Menurut Sigit, perbaikan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Keduanya saling menopang agar sekolah menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Terkait minat siswa ke sekolah negeri yang masih rendah, Bupati menyebut angka fertilitas di Sragen saat ini minim, sehingga jumlah siswa berpotensi terus berkurang. Solusinya, sekolah harus berinovasi menjadi tempat yang menyenangkan dan unggul.

Baca juga:  Gelar Lomba Lari 10 K, Ketua DPRD Berharap Muncul Atlet Muda Berbakat

“Kalau dengan adanya program sekolah unggulan, dari data yang kita miliki antusiasme masyarakat relatif meningkat. Karena di sekolah itu kita berikan perhatian khusus pada infrastruktur dan kualitas mengajarnya,” ujarnya.

Program sekolah unggulan akan terus dilanjutkan setiap tahun sebagai bagian dari warisan baik pemerintahan sebelumnya. Hingga tahun ini program tersebut masih berjalan dan ditambah secara bertahap.

Bupati juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman. “Tidak ada kekerasan, tidak ada bullying. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang nyaman bagi anak-anak,” tegasnya.

Dalam proses pelantikan guru ini, sistem pelaporan kini dilakukan dua jalur, yakni ke Kemendikdasmen dan BKN. Dengan pelantikan ini, Bupati Sigit berharap para kepala sekolah baru mampu menjadi inovator di sekolahnya masing-masing, sehingga mutu pendidikan di Sragen terus meningkat dan diminati masyarakat. (yas/rit)


TERKINI

XL Sabet Empat Penghargaan Ookla


Rekomendasi

...