Lintasarta Bangun Ekosistem Digital BPD, Keamanan Siber Jadi Prioritas


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG-  Lintasarta memperkuat komitmennya mendukung transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui penguatan ekosistem teknologi yang terintegrasi. Komitmen tersebut diwujudkan dalam CxO BPD Summit 2026 di Semarang yang diikuti 27 BPD dari seluruh Indonesia dengan fokus pada digitalisasi, keamanan siber, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).

President Director & CEO Lintasarta Armand Hermawan mengatakan penyelenggaraan forum tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi antar-BPD, memperkuat implementasi digitalisasi dan keamanan siber, serta memperkenalkan solusi digital terintegrasi yang dapat dimanfaatkan seluruh BPD. Menurutnya, seluruh BPD saat ini menghadapi tantangan yang sama sehingga diperlukan kolaborasi yang lebih erat.

“Kalau tidak ada forum seperti ini, kapan para BPD bisa berkumpul. Saat ini isu yang paling banyak dibahas bersama OJK adalah digitalisasi dan cyber security, sehingga kami ingin membangun kolaborasi agar seluruh BPD memiliki ekosistem yang kuat,” ujarnya.

Dijelaskan, Lintasarta menghadirkan solusi Intelligent Core, yakni platform yang mengintegrasikan empat layanan utama meliputi Connectivity, Cloud Computing, Cyber Security, dan Collaboration berbasis AI. Seluruh layanan tersebut dirancang saling terintegrasi sehingga mampu mendukung kebutuhan digitalisasi industri perbankan secara menyeluruh.


“Kami tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi konektivitas yang aman. Kami juga menghadirkan cloud yang memiliki kedaulatan karena seluruh pengelolaan dilakukan di Indonesia dengan sumber daya manusia Indonesia, sehingga keamanan dan penguasaan data tetap terjaga,” jelasnya.

Baca juga:  Transformasi Berbuah Hasil, SIG Catat Penjualan 37,93 Juta Ton di 2025

Armand menambahkan, perkembangan AI menjadi peluang sekaligus tantangan baru bagi industri perbankan. Karena itu, Lintasarta telah menyiapkan infrastruktur AI sejak beberapa tahun terakhir, termasuk pengembangan teknologi GPU dan kerja sama strategis sebagai cloud partner NVIDIA di Indonesia.

“Kalau kita tidak mulai mengadopsi AI sekarang, kita akan tertinggal. Karena itu kami membantu industri perbankan menyiapkan infrastrukturnya agar dapat memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta Ginandjar mengatakan keamanan siber menjadi perhatian utama karena industri perbankan merupakan salah satu sektor yang paling sering menjadi sasaran serangan digital. Menurutnya, keamanan tidak bisa lagi diterapkan setelah sistem berjalan, tetapi harus menjadi bagian dari desain sejak awal.

“Security harus menjadi bagian dari desain sistem. Perbankan saling terhubung dalam transaksi sehingga kalau ada satu bank yang lemah, dampaknya bisa meluas ke bank lain. Karena itu ekosistem keamanan harus dibangun bersama,” katanya.

Dikatakan, ancaman yang paling banyak terjadi saat ini berasal dari social engineering, seperti phishing, pencurian identitas, hingga penyebaran aplikasi berbahaya yang memanfaatkan kelengahan pengguna. Serangan tersebut tidak hanya menyasar nasabah, tetapi juga karyawan perbankan melalui email maupun perangkat kerja.

“Sekarang ancaman bukan lagi sekadar virus. Dibutuhkan sistem deteksi dan respons yang mampu mengenali anomali secara cepat agar serangan dapat dihentikan sebelum menimbulkan kerugian,” ungkapnya.

Baca juga:  Sebulan, KAI Daop 4 Semarang Catat 1 Juta Penumpang

Menurut Ginandjar, Lintasarta juga membantu perbankan membangun sistem keamanan berlapis melalui perlindungan jaringan, data center, cloud, hingga perangkat pengguna. Sistem tersebut dilengkapi pemantauan selama 24 jam setiap hari untuk mendeteksi potensi serangan siber sejak dini.

“Kami ingin seluruh BPD memiliki standar keamanan yang sama. Tidak boleh ada bank yang menjadi titik lemah karena seluruh transaksi saling terhubung. Dengan monitoring 24 jam dan kemampuan mitigasi yang lebih cepat, risiko serangan dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep 4C yang terdiri atas Connectivity, Cloud, Cyber Security, dan Collaboration menjadi keunggulan Lintasarta karena seluruh layanan tersedia dalam satu ekosistem. Berbeda dengan penyedia lain yang umumnya hanya menawarkan satu atau dua layanan, Intelligent Core mengintegrasikan seluruh kebutuhan digital perbankan dalam satu solusi.

“Kalau pelanggan hanya mengambil satu layanan, hasilnya tidak akan optimal. Intelligent Core menggabungkan seluruh kebutuhan digital dalam satu ekosistem sehingga konektivitas, cloud, keamanan siber, dan AI dapat bekerja secara terintegrasi,” tandasnya.

Melalui CxO BPD Summit 2026, Lintasarta berharap transformasi digital di lingkungan BPD dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memperkuat ketahanan sektor perbankan terhadap ancaman siber. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan perbankan daerah sekaligus mendorong percepatan ekonomi digital di Indonesia.(aln)


TERKINI


Rekomendasi

...