Ayam Tak Layak Makan dan Sanitasi Cemari Sumur Warga, SPPG Jati Tarik 3.000 Porsi dan Benahi IPAL


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar menarik sekitar 3.000 porsi makanan pada Rabu (12/8) setelah terindikasi adanya pencemaran pada menu ayam rempah di base kedua pemasakan.

Kepala SPPG, Abra Yudaraya, menjelaskan penarikan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak menimbulkan dampak lebih luas.

“Hari ini memang betul kami menarik makanan. Indikasinya ada di base kedua pemasakan,” kata Abra.

Berdasarkan Standar Kerja Prosedur, dapur MBG memiliki dua base pemasakan. Base pertama mulai dimasak pukul 01.00 WIB dan dinyatakan aman.

Sementara base kedua mulai dimasak pukul 05.00 WIB untuk distribusi menu ibu hamil. Saat proses pembersihan dan penerimaan awal, kondisi ayam masih baik. Namun saat memasak, tim menemukan kejanggalan.

“Chef dan ahli gizi melapor ke saya bahwa ada masakan yang rasanya tidak enak dan baunya tidak sedap. Saya langsung ke dapur, cross-check dan mencicipi sendiri. Memang terindikasi tidak layak,” ujar Abra.

Baca juga:  DPRD Jateng Dukung Program Prioritas Jateng Tahun Anggaran 2025

Dari hasil pengecekan, sekitar 10 persen dari total ayam diduga tercampur dengan kondisi kurang baik. “Ayamnya 90 persen bagus, tapi yang 10 persen mungkin ada yang masuk dan tercampur,” jelasnya.

Total penerima manfaat dapur ini mencapai 2.957 orang. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 porsi dari base pertama yang sudah aman tetap ditarik. Sementara 2.000 porsi dari base kedua yang belum terdistribusi juga ikut ditarik dan dimusnahkan.

Menu hari itu terdiri dari ayam rempah, sayur sawi dan wortel, serta buah anggur.

“Kami tak mau risiko. Lebih baik makanan dimusnahkan demi keamanan,” tegas Abra.

Abra mengaku mengalami mual dan muntah sebanyak tiga kali setelah mencicipi makanan tersebut. Namun kondisinya kini sudah membaik setelah minum susu.

Penarikan makanan langsung dilaporkan secara berjenjang. Pukul 07.00 WIB laporan disampaikan, dan pukul 08.00 WIB, Abra memerintahkan tim menghubungi guru, PIC, dan driver untuk menarik semua makanan yang sudah didistribusikan.

Baca juga:  Ahmad Luthfi Buka Kejurnas Tinju di Solo, Cari Petarung Ring Berprestasi

Abra memastikan kejadian ini baru pertama kali terjadi. Ayam yang digunakan merupakan pasokan dari UMKM di wilayah Karanganyar.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dapur akan memperketat seleksi supplier dan meningkatkan briefing tim sebelum dan sesudah proses pemorsian.

“Semua langkah sudah kami antisipasi. Pemilihan dari supplier akan kami perketat lagi,” ujarnya.

Abra menambahkan, seluruh dokumen perizinan dapur lengkap, mulai dari SHLS, Halal, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), hingga ISO.

Terkait aduan warga soal IPAL yang sempat rembes, ia menyebut sudah diperbaiki dan hasilnya telah clear setelah dicek bersama warga.

“Alhamdulillah sudah aman. Yang melapor juga sudah mencabut laporannya pagi tadi,” pungkasnya.

Dapur MBG dijadwalkan kembali beroperasi normal dengan menu biasa, tanpa ada penambahan porsi pengganti. (yas/rit)


TERKINI

Bank Jateng Ingin Jadi “Bank Sejuta Umat”

Rekomendasi

...