JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Peringatan Hari Gajah Sedunia atau World Elephant Day 2026 di Semarang Zoo berlangsung meriah. Pengunjung diajak mengenal lebih dekat gajah Sumatera bernama Zella melalui kegiatan foto bersama dan tumpengan buah sebagai bentuk apresiasi sekaligus kepedulian terhadap satwa.
Momentum tersebut dimanfaatkan Semarang Zoo untuk menyampaikan pesan penting mengenai konservasi gajah Sumatera kepada masyarakat.
Kehadiran Zella menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, sekaligus sarana edukasi agar masyarakat semakin mengenal dan peduli terhadap satwa liar Indonesia.
Saat di konfirmasi JATENG POS, Jumat (14/8/2026), Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan gajah tidak semestinya hanya dipandang sebagai satwa yang menarik untuk disaksikan.
“Semarang Zoo sebagai sebuah lembaga konservasi mengajak masyarakat untuk kembali melihat gajah bukan sekadar sebagai satwa yang menarik untuk disaksikan, tetapi sebagai bagian penting dari kekayaan alam Indonesia yang perlu dijaga keberlangsungannya,” terangnya.
Dijelaskan, gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu satwa endemik Indonesia yang menghadapi berbagai tekanan di habitat alaminya. Penyusutan dan fragmentasi habitat, konflik antara manusia dan satwa, serta ancaman terhadap populasi liar membuat upaya pelestarian gajah membutuhkan perhatian banyak pihak.
“Gajah Sumatra ini merupakan salah satu dari sekian banyaknya keanekaragaman hayati di Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Jangan sampai generasi mendatang hanya melihat foto dan videonya saja,” terangnya.
Bimo menambahkan, konservasi gajah tidak cukup hanya dengan melindungi satwanya. Kelestarian habitat, ekosistem, dan ruang hidup gajah juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Ia pun mengapresiasi warga Semarang, pengunjung, serta para pecinta satwa yang selama ini ikut memberikan perhatian terhadap perkembangan Semarang Zoo.
“Melalui peringatan Hari Gajah Sedunia, Semarang Zoo ingin menegaskan bahwa konservasi adalah tanggung jawab bersama. Kebun binatang tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memiliki peran dalam edukasi, pengenalan satwa, peningkatan kepedulian publik, serta mendukung semangat pelestarian keanekaragaman hayati,” tandasnya.
Di sisi lain, sosok Zella menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam peringatan tersebut. Gajah betina Sumatera yang berada di Semarang Zoo itu dikenal cukup terlatih dan mampu melukis sehingga kerap memikat perhatian pengunjung.
Semarang Zoo juga berharap Zella dapat berjodoh dengan salah satu dari dua gajah jantan yang berada di kawasan konservasi tersebut.
Semarang Zoo, juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Gajah Sedunia sebagai pengingat bahwa masa depan gajah Sumatera tidak hanya ditentukan oleh upaya di kawasan konservasi. Pilihan dan kepedulian manusia dalam kehidupan sehari-hari juga turut menentukan keberlangsungan satwa tersebut.
“Semarang Zoo ini kami harapkan menjadi ruang untuk belajar mengenal dan menyayangi satwa, salah satunya gajah. Kami mengajak seluruh pengunjung untuk merawat rasa peduli tersebut agar tidak berhenti pada satu hari peringatan, tetapi terus tumbuh menjadi kesadaran konservasi yang dilakukan setiap hari,” pungkasnya. (ucl)







