Disdikpora Kudus Luruskan Polemik Rehab SD 1 Getassrabi


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, melakukan monitoring langsung ke SD 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog. Guna mengklarifikasi isu miring terkait proyek revitalisasi di sekolah tersebut.

Proyek yang bersumber dari anggaran APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini, dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Anggun menjelaskan, bahwa pekerjaan rehabilitasi sudah dimulai sejak Juli dan kini progresnya telah melampaui 30 persen. Proyek ini ditargetkan selesai tepat waktu pada akhir Oktober mendatang, agar bisa segera digunakan untuk belajar siswa dengan nyaman dan aman.

‘’Revitalisasi ini sudah dimulai sejak Juli kemarin, dan setelah sebulan berjalan progresnya sudah 30 persen,’’ jelasnya.

Baca juga:  Kader PKK Kudus Dibekali Pelatihan NaPOS

Terkait keluhan masyarakat mengenai penggunaan genteng lama yang sempat viral, Plt Kabid Dikdas Disdikpora Kudus, Agus Subandi, memberikan penjelasan teknis. Agus memaparkan bahwa dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) awal, alokasi untuk penggantian genteng baru memang hanya dianggarkan sebesar 30 persen.

‘’Namun, kami mengakomodasi aspirasi masyarakat dengan melakukan revisi dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui berita acara resmi,’’ kata Agus.

Saat ini, lanjutnya, seluruh atap sekolah dipastikan telah diganti menggunakan genteng baru. Disisi lain, penyesuaian volume dan spesifikasi dalam proyek swakelola adalah hal yang wajar melalui mekanisme revisi, asalkan disetujui oleh konsultan pengawas serta fasilitator yang ditunjuk langsung oleh kementerian.

‘’Kami mengakomodir usulan masyarakat, yang seharusnya dalam RAB gentengnya lama,’’ tandasnya.

Baca juga:  1.635 Pencaker Kudus Didominasi Lulusan SLTA

Kepala SD 1 Getassrabi, Hermiawati Uswatun Hasanah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan senilai Rp1,279 miliar ini. Ia menyebut sekolahnya belum pernah mendapatkan rehabilitasi total seperti ini sejak lama. Pihak sekolah memanfaatkan jasa konsultan bersertifikat untuk memastikan kualitas desain dan kekuatan struktur bangunan.

Proyek dengan masa kontrak 120 hari kalender ini mencakup perbaikan komprehensif pada 9 titik lokasi. Meliputi 6 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang UKS. Penataan lingkungan termasuk pembangunan pagar sekolah, serta pengadaan perabot baru.

‘’Selama proses konstruksi berlangsung, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa tetap berjalan aman dengan memanfaatkan ruangan yang belum di bongkar,’’ pungkasnya. (han/rit)


TERKINI


br>

Rekomendasi

...