JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Musim kemarau berdampak kekeringan di sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang. Di Kecamatan Suruh, warga di beberapa dusun bahkan harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang bergerak cepat dengan mengirimkan enam truk tangki berisi sedikitnya 40 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke tiga desa, yakni Dusun Jangglengan, Desa Dadapayam; Dusun Glagahombo, Desa Sukorejo; serta Dusun Jagir, Desa Kedungringin di Kecamatan Suruh.
Armada truk tangki diberangkatkan dari halaman Kantor Kecamatan Suruh, Sabtu (22/8/2026) siang. Pelepasan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Semarang, Moh Taufik, yang turut memimpin penyaluran bantuan ke warga Dusun Jangglengan.
Dalam kegiatan tersebut, Taufik didampingi Camat Suruh Vega Lazuardi bersama jajaran Forkopimcam, pengurus PMI Kabupaten Semarang dan PMI Kecamatan Suruh, serta para relawan.
Taufik mengatakan, penyaluran air bersih merupakan respons PMI terhadap kebutuhan masyarakat yang mulai terdampak kekeringan.
“PMI peduli dan siap membantu memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang kekurangan,” kata Taufik.
Ia menegaskan, PMI akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Koordinasi juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang masih berlangsung.
Hingga saat ini, PMI Kabupaten Semarang tercatat telah menyalurkan lebih dari 60 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekurangan air.
Kondisi kekeringan cukup dirasakan warga Dusun Jangglengan, Desa Dadapayam. Kepala Dusun Jangglengan, Kasiyadi, mengatakan sekitar 700 jiwa terdampak kelangkaan air bersih.
Menurutnya, warga sebenarnya telah memiliki sumur bor. Namun, saat musim kemarau, debit air yang tersedia tidak mampu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat.
“Kalau musim kemarau seperti ini, debit air dari sumur bor tidak mencukupi kebutuhan warga,” ujarnya.
Keterbatasan sumber air membuat sebagian warga terpaksa mencari alternatif lain. Bahkan, untuk mendapatkan air, warga harus mengambilnya dari sungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.
Bagi warga, kedatangan bantuan PMI menjadi angin segar di tengah kesulitan tersebut.
Salah seorang warga, Samudi, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan PMI. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat yang harus berjuang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau kesulitan air, warga biasanya mengambil dari sungai yang cukup jauh. Bantuan ini sangat meringankan beban kami,” kata Samudi.
Penyaluran air bersih ini sekaligus menjadi bentuk respons cepat PMI Kabupaten Semarang terhadap dampak musim kemarau. Di tengah keterbatasan sumber air, bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak kekeringan. (muz)




