Polres Sragen Salurkan 30 Mobil Tangki Air Bersih


JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Polres Sragen menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Sragen, Kamis (27/8). Bantuan disalurkan menggunakan 14 mobil tangki air untuk empat kecamatan, dan 16 mobil tangki lainnya dijadwalkan menyusul pekan depan.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengatakan penyaluran tahap pertama dilakukan di Kecamatan Tangen, Gesi, Jenar, dan Mondokan.

“Bismillah, lillahita’ala, semoga bantuan air bersih ini bermanfaat untuk warga yang membutuhkan. Karena keterbatasan waktu, bantuan lainnya akan kami salurkan pekan depan. Mudah-mudahan ikhtiar ini membantu meringankan masyarakat yang saat ini mengalami kekeringan di sejumlah kecamatan,” ujar Kapolres.

Dalam keterangannya, Kapolres merinci bahwa 14 mobil tangki didistribusikan ke empat kecamatan pada hari ini. Sementara sekitar 16 mobil tangki lagi akan didistribusikan minggu depan karena padatnya kegiatan.

Baca juga:  PPKM Diperpanjang Bagus Selo Minta Masyarakat Sabar dan Tetap Patuhi Prokes

“Sebetulnya masih ada sekitar 15-16 tangki lagi. Namun karena hari ini masih banyak kegiatan, maka penyaluran 16 mobil tangki akan kami laksanakan minggu depan,” jelasnya.
Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan Polres Sragen mencapai 30 mobil tangki air bersih.

Kapolres menjelaskan, wilayah yang paling banyak terdampak berada di daerah utara Kabupaten Sragen. Upaya pengeboran sumur dalam sudah tidak efektif karena di bawah tanah sudah tidak ditemukan sumber air bersih.

“Ini memang sudah menjadi agenda tahunan di Sragen. Beberapa kecamatan selalu membutuhkan dropping air bersih, dan satu-satunya solusi saat ini ya seperti ini,” katanya.

Penentuan lokasi penyaluran dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan BPBD. Dari rapat tersebut didapatkan informasi kecamatan yang tingkat urgensinya lebih tinggi untuk menerima bantuan air bersih.

Baca juga:  Pendemo di Sragen Tuntut Hak Angket dan Pemakzulan Jokowi

Kapolres juga membuka kesempatan bagi warga yang membutuhkan bantuan air bersih untuk mengajukan permohonan.

“Bisa. Boleh melalui 110. Menghubungi 110 ketika memang ada wilayah masyarakat yang membutuhkan, nanti akan segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Terkait prediksi kekeringan, AKBP Dewiana menyebut pihaknya masih terus memantau. Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kekeringan di Sragen biasanya berlangsung hingga Oktober.

“Kalau kita lihat, biasanya sampai akhir tahun itu masih sekitar bulan Oktober masih akan ada beberapa wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih,” pungkasnya. (yas/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...

Bersama Petani, Sumanto Basmi Tikus di Desa...

Pemkab Karanganyar Gulirkan Rp 3,4 M untuk...

Bea Cukai Surakarta Sita 2,16 Juta Batang...

Expo KKNT Univet Bantara Sukoharjo : Rektor...

Hama Tikus di Sragen Ancam Kerugian Petani...

Telan Rp 7,6 Miliar, Begini Megahnya Kantor...