Digitalisasi Layanan Primer, Puskesmas Kampak Luncurkan Lima Aplikasi Inovatif


JATENGPOS. CO. ID, TRENGGALEK – Puskesmas Kampak kabupaten Trenggalek Jawa Timur, melakukan lompatan besar dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Sukses dengan inovasi SATSET-ring menjadi Top Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Nasional dan TOP 45 KOVABLIK Jawa Timur di tahun 2025, fasilitas kesehatan ini mendigitalisasi pelayanannya dengan meluncurkan lima aplikasi inovatif sekaligus.

Untuk mendekatkan layanan kesehatan untuk masyarakat, membenahi administrasi internal dan sekaligus menekan angka penyakit melalui terobosan pembudayaan hidup sehat.

“Kami menyadari puskesmas harus bergerak ke hulu dan adaptif terhadap teknologi. Intervensi ke masyarakat kini harus lebih cepat, terpadu, dan terukur melalui platform digital sebelum masalah kesehatan membesar,” kata Kepala Puskesmas Kampak, dr. Sunarsono.

Baca juga:  Tjahjo Kumolo: Formasi Final Diputuskan Akhir Maret

Visi proaktif tersebut diwujudkan lewat lima aplikasi inovatif berbasis website. Pertama, aplikasi SOBHAT Ceria yang menjadi platform edukasi gizi dan cegah anemia bagi remaja putri. Kedua, aplikasi GENSIP360 mendigitalisasi edukasi seputar kehamilan dan kesehatan keluarga.

Pada aspek, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) diintervensi melalui aplikasi SI GERTJEP. Lewat aplikasi ini, laporan pantau jentik langsung terkirim ke pusat data Puskesmas Kampak untuk dapat dimonitor secara real-time dan ditindaklanjut dengan cepat.

Sedangkan pada program prioritas TBC, dikembangkan aplikasi GESIT2.0. Platform edukasi melalui gim seru, kuis mitos x fakta dan juga skrining mandiri yang terintegrasi E-Tibi+.

Sementara untuk urusan dapur internal, persuratan dan pengelolaan jadwal kegiatan, dilakukan digitilalisasi melalui sistem MANIK ORO.

Baca juga:  Program Kartu Prakerja Dilanjutkan

Ketua Tim Inovasi Puskesmas Kampak, Yeni Tri Herwanto, S.KM., M.Kes., menegaskan, digitalisasi di semua lini ini adalah kunci kelincahan faskes.

“Transformasi layanan ditujukan menjawab kebutuhan masyarakat. Lewat pengembangan lima aplikasi ini, kami berusaha memperkuat upaya promotif preventif di era terkini, mudah diakses dari mana saja,” jelas Tri, alumni FKM Universitas Airlangga dan Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang ini. (*/jan)


TERKINI

Rekomendasi

...