Tiga Tahun HS, dari 30 Pekerja Kini Hampir 8.000 Karyawan


JATENGPOS.CO.ID, PURWOKERTO — Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank memasuki titik ke-9 di Purwokerto, Banyumas, Minggu (30/8/2026). Konser tersebut sekaligus menandai tiga tahun perjalanan rokok HS yang kini mempekerjakan hampir 8.000 orang.

Owner HS, Muhammad Suryo, mengungkap perjalanan bisnisnya tak selalu mulus. Saat memulai usaha pada 2023, ia hanya memiliki 30 tukang linting. Setahun kemudian, perkembangan bisnis belum sesuai harapan.

Suryo bersama salah satu pimpinan pabrik HS, Ipin, kemudian menunaikan umrah dan berdoa agar usahanya diberi jalan. Sepulang dari Tanah Suci, ia kembali fokus mengembangkan bisnis. Jumlah karyawan dan penjualan pun terus meningkat.

Pada 2025, HS mendapat penghargaan sebagai salah satu perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak di Jawa Tengah.

Namun, ujian kembali datang pada Ramadan 2026. Suryo mengalami kecelakaan lalu lintas yang menewaskan istrinya, Anis Syarifah. Ia sendiri mengalami enam patah tulang pada kaki.

Baca juga:  Umbul Donga Bersama Gus Mus, Penghormatan Terhadap Para Seniman

“Sempat putus asa, tapi di pundak saya ada ribuan orang yang harus saya tanggung. Itulah semangat saya, saya harus berbuat baik, berkarya lebih banyak untuk mereka yang hidupnya bergantung kepada saya,” kata Suryo saat jumpa pers.

Selain membuka lapangan kerja bagi masyarakat tanpa pengalaman, HS juga mempekerjakan penyandang disabilitas. Dari 20 orang pada Maret lalu, kini jumlahnya mendekati 200 orang.

“Bahkan, istilahnya, bawa KTP sobek pun asalkan masih bisa dibaca, saya terima jadi karyawan,” ujarnya.

HS juga memiliki program mengumrahkan karyawan berprestasi. Terbaru, sebanyak 156 karyawan diberangkatkan ke Tanah Suci. Saat ini HS memiliki 14 varian produk, termasuk HS Double Slim serta kretek HS Matcha.

Konser bersama Slank dan sejumlah band dari Purwokerto hingga Yogyakarta disebut Suryo sebagai bentuk lain dari upaya memberi manfaat bagi masyarakat. Selain hiburan, konser menyediakan stan UMKM, termasuk program Slankerspreneur bagi komunitas Slankers yang berwirausaha.

Baca juga:  MC Erie Tan : Sukses Pandu Acara, Kedepankan Kinerja Profesional

Basis Slank, Ivanka, mengatakan Slankerspreneur menjadi wadah bagi Slankers yang kini banyak telah berkeluarga dan memiliki tanggung jawab. Ia menyebut dukungan HS terhadap wirausaha Slankers sebagai sesuatu yang belum pernah mereka dapatkan dalam rangkaian konser sebelumnya.

Vokalis Slank, Kaka, menilai perkembangan HS dalam tiga tahun tak lepas dari banyaknya inovasi Suryo. “Semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Drummer Slank, Bimbim, juga mengungkapkan bahwa Slank terakhir kali tampil di Purwokerto sekitar 18 tahun lalu.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyebut konser tersebut sebagai gebrakan besar bagi Purwokerto. Sebelum konser, ratusan pemotor dari Paguyuban Sekuteris Banyumas Raya (Paseban Raya) juga mengikuti riding bersama Slank dari Jembatan Gerilya Soedirman menuju GOR Satria.

Selain Slank, konser dimeriahkan Polkadots, FSTVLST, Karnamereka, Afterskema, Preman Disco, dan Souljah. (biz/ucl)


TERKINI

Rekomendasi

...