Pekan QRIS Nasional Jateng Bukukan 33.087 transaksi


JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Penggunaan pembayaran digital di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Pekan QRIS Nasional (PQN) Jawa Tengah 2026 yang mencatat 33.087 transaksi dengan nilai mencapai Rp149,78 juta selama 11-17 Agustus 2026.

Bukan hanya mendorong masyarakat beralih ke transaksi nontunai, gelaran tersebut juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas pasar. QRIS menjadi salah satu kanal pembayaran yang memudahkan transaksi antara pedagang dan konsumen.

PQN Jawa Tengah 2026 digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah dengan tema “Rayakan Digitalisasi! QRISnya Satu, Menangnya Banyak” dan slogan “Ayo Nganggo QRIS”. Beragam kegiatan digelar untuk meningkatkan literasi dan penggunaan pembayaran digital di berbagai kelompok masyarakat.

Salah satu kegiatan utama adalah QRIS Merdeka Fest 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Masjid Agung Kauman Semarang pada 14-16 Agustus 2026. Pesta rakyat tersebut berhasil menarik lebih dari 1.000 pengunjung dan melibatkan 42 UMKM lokal.

Beragam aktivitas turut memeriahkan kegiatan, mulai dari bazaar UMKM, perlombaan kemerdekaan, mini games, QRIS Challenge, Merchant QRIS Racing, hingga promo belanja menggunakan QRIS. Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pembayaran digital sekaligus menikmati berbagai hiburan.

Baca juga:  PLN Gelar Festival Motor Listrik di Solo

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan digitalisasi pembayaran perlu terus diperluas agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha merasakan manfaatnya. Para peserta QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Jawa Tengah 2026 juga didorong menjadi agen perubahan dalam memperkuat ekosistem digital.

“Para finalis diharapkan untuk terus menjadi champion digitalisasi di lingkungan masing-masing dengan mengajak masyarakat dan UMKM untuk bertransaksi secara digital menggunakan QRIS,” ujarnya.

Selain melalui UMKM, perluasan penggunaan QRIS juga dilakukan di lingkungan pendidikan. Program QRIS Goes to Campus dalam rangka PKKMB Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjangkau lebih dari 12.000 mahasiswa baru melalui edukasi, aktivasi rekening perbankan, survei literasi keuangan digital, dan QRIS Experience.

Edukasi pembayaran digital juga menyasar 1.500 pelajar dan pengajar melalui QRIS Goes to School di SMK Negeri 1 Temanggung dan MAN Temanggung. Sementara 150 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan agen bank di Kabupaten Demak dan Kebumen mendapat edukasi melalui Sosialisasi dan Monitoring Bantuan Sosial Non Tunai.

Baca juga:  Airlangga Ingatkan Camat Perhatikan Syarat Vaksinasi Booster Pemudik

Penggunaan QRIS juga diperluas pada sektor transportasi melalui program “Ngebis Praktis Pakai QRIS” di Trans Jateng dan Trans Semarang. Program promo tarif tersebut mencatat kuota lebih dari 19.000 transaksi selama periode pelaksanaan.

PQN Jawa Tengah 2026 turut mendorong elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Melalui promo pembayaran PBB-P2 di QRIS Merdeka Fest, Pemerintah Kota Semarang mencatat penerimaan pajak daerah Rp57,1 juta dari 134 transaksi wajib pajak melalui kanal QRIS.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menegaskan pentingnya sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Tingginya partisipasi masyarakat dalam PQN dinilai menjadi modal untuk memperluas penggunaan QRIS sebagai kanal pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Ke depan, Bank Indonesia Jawa Tengah berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong ekonomi Jawa Tengah yang semakin inklusif.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...