Setahun Misteri Hilangnya Mozza Terkuak, Kerangka Ditemukan di Jangli


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (18), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang tak diketahui kabarnya sejak 25 Juni 2025, mulai menemui titik terang. Polisi menemukan kerangka manusia di kawasan Jalan Tol Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang diduga kuat berkaitan dengan kasus tersebut.

Kerangka itu ditemukan pada Jumat (4/9), setelah polisi mengembangkan penyelidikan selama lebih dari setahun. Meski sejumlah ciri fisik mengarah pada identitas Mozza, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA untuk memastikan identitasnya secara ilmiah.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan, titik terang kasus ini bermula dari petunjuk pada perangkat elektronik milik orang tua Mozza yang masih terhubung dengan akun media sosial milik korban.

Petunjuk tersebut kemudian didalami penyidik hingga mengarah ke sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan informasi mengenai seseorang yang pernah berkomunikasi dan berinteraksi dengan Mozza.

“Selama kurang lebih satu tahun kami melakukan penyelidikan. Beberapa minggu yang lalu, orang tua korban memberikan petunjuk kepada Satreskrim Polres Semarang dari salah satu perangkat elektronik yang masih tersambung dengan media sosial terduga orang hilang,” ujar Bodia.

Penyelidikan kemudian berkembang. Polisi menelusuri orang-orang yang pernah berhubungan dengan penghuni kos tersebut hingga mengetahui bahwa orang yang dicurigai pernah berinteraksi dengan Mozza kini berada di Blora.

Tim penyidik bergerak ke Blora pada 2 dan 3 September 2026. Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial MCDA (22), yang disebut merupakan teman dekat Mozza.

Saat diperiksa, MCDA mengakui pernah berinteraksi dengan Mozza. Pemeriksaan kemudian berkembang hingga muncul pengakuan mengenai dugaan tindak pidana yang terjadi pada 25 Juni 2025, bertepatan dengan hari Mozza dinyatakan hilang.

Baca juga:  Sumanto Bagikan Jurus Mudah Petani Cepat Kaya: Budidaya Kangkung hingga Ternak Ayam Kampung

Bodia mengatakan, berdasarkan keterangan sementara MCDA, keduanya sempat terlibat cekcok di rumah kos kawasan Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Setelah itu, korban disebut dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menuju kawasan Tol Jangli.

“Di situ dia menggunakan karung terhadap korban, kemudian dibawa ke arah Tol Jangli dan diletakkan atau dibuang di situ,” jelasnya.

Dari keterangan sementara tersebut, polisi menduga telah terjadi tindak pidana pembunuhan. Namun, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan karena polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim dokter forensik.

MCDA dalam pemeriksaan awal disebut mengaku melakukan pembunuhan dengan cara mencekik. Kendati demikian, polisi menegaskan keterangan tersebut masih merupakan pengakuan terduga dan harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis serta alat bukti lainnya.

“Kalau dari interogasi, membunuhnya itu dengan mencekik. Tapi itu masih dari keterangan terduga. Kami masih menunggu hasil visum dan autopsi,” kata Bodia.

Setelah memperoleh informasi mengenai lokasi pembuangan, polisi melakukan penyisiran pada Jumat pagi hingga siang. Proses pencarian melibatkan Tim Inafis Polres Semarang, Unit TPA, Inafis Polrestabes Semarang, serta bantuan tim SAR.

Lokasi yang ditunjukkan cukup curam sehingga pencarian dilakukan pada siang hari. Tim akhirnya menemukan kerangka manusia dalam kondisi relatif lengkap dan kemudian mengevakuasinya ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi gigi pada kerangka tersebut masih relatif lengkap. Keluarga Mozza yang datang ke rumah sakit kemudian menyampaikan sejumlah ciri khusus yang mereka kenali.

Di antaranya adalah keberadaan gingsul pada bagian kiri depan bawah, bekas tambalan pada bagian belakang gigi, serta sebuah jepit rambut yang disebut dikenali oleh keluarga. Meski ciri-ciri tersebut menguatkan dugaan bahwa kerangka merupakan Mozza, polisi belum menetapkan identitas secara definitif.

Baca juga:  Lantik 24 Kades Terpilih, Bupati Ingatkan Penggunaan APBDes

Bodia menegaskan, proses identifikasi harus dilakukan secara ilmiah melalui pencocokan DNA antara kerangka yang ditemukan dengan sampel pembanding dari keluarga.

“Secara fisik memang keluarga mengakui, namun secara scientific crime investigation kami perlu membandingkan rumus DNA dari kerangka dengan sampel pembanding dari keluarga,” tegasnya.

Kasus tersebut kini juga memasuki tahap koordinasi antara Polres Semarang dan Polrestabes Semarang. Sebab, berdasarkan keterangan sementara terduga pelaku, lokasi dugaan tindak pidana berada di wilayah Kota Semarang.

Polres Semarang berkoordinasi dengan Direktorat TPA dan Satres PPA Polrestabes Semarang untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Gelar perkara tengah diproses untuk menentukan apakah penanganan kasus akan dilimpahkan kepada Polrestabes Semarang.

“Karena lokus berdasarkan keterangan itu di Kota Semarang, kami koordinasi dengan Direktorat TPA bahwa perlu dilaksanakan gelar perkara bersama dengan Satres PPA Polrestabes Semarang,” ujar Bodia.

Jika hasil gelar perkara memutuskan kasus dilimpahkan, kepolisian akan menerbitkan laporan polisi berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan Polres Semarang serta penanganan terhadap MCDA.

Sementara itu, hasil autopsi dan pemeriksaan DNA menjadi bagian penting untuk mengungkap secara utuh kasus hilangnya Mozza. Polisi masih menunggu hasil forensik untuk memastikan identitas kerangka sekaligus mengetahui penyebab kematian.

Setelah lebih dari setahun tanpa kabar, temuan kerangka di kawasan Jangli dan pengakuan seorang terduga pelaku kini membuka babak baru dalam pencarian Mozza. Polisi masih harus memastikan setiap keterangan dengan bukti ilmiah sebelum kasus tersebut memasuki proses hukum berikutnya. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...