Tekan Kerusakan Padi, PPK Ormawa FST UNDIP Libatkan Kader SAHABAT TANI Inisiasi Alat AgroShield di Desa Brongkol


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Forum Studi Teknik (FST) Universitas Diponegoro melibatkan Kader SAHABAT TANI yang terdiri atas Kelompok Tani Makmur I dan Karang Taruna Desa Brongkol dalam kegiatan pembuatan alat AgroShield yang dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026 di pendopo Kantor Desa Brongkol.

Kegiatan tersebut menjadi kegiatan pembuatan alat bersama masyarakat untuk pertama kalinya sekaligus menjadi langkah awal Tim PPK Ormawa FST UNDIP dalam membekali kader SAHABAT TANI agar memahami cara kerja, perakitan, dan pengoperasian alat AgroShield melalui keterlibatan langsung petani dan anggota Karang Taruna Desa Brongkol.

Sehingga petani dan anggota Karang Taruna tidak hanya menjadi penerima manfaat, juga dapat memahami secara langsung bagaimana AgroShield bekerja, mulai dari proses perakitan hingga pengoperasiannya.

Pada kegiatan ini, Tim PPK Ormawa FST UNDIP memperkenalkan berbagai komponen dan prinsip kerja AgroShield kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai panel surya sebagai sumber energi alat, prinsip kerja, serta efisiensi pemanfaatannya dalam mendukung pengoperasian AgroShield. Setelah pemaparan, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung dalam proses perakitan komponen alat bersama tim.

Proses pembuatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan struktur rangka dan perakitan sistem otomasi berbasis Raspberry Pi. Tim PPK Ormawa FST UNDIP juga menjelaskan prinsip kerja kontroler dalam mengendalikan pompa biopestisida otomatis dan speaker ultrasonik sebagai bagian dari sistem AgroShield. Melalui praktik tersebut, masyarakat tidak hanya diperkenalkan terhadap teknologi yang dikembangkan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami hubungan antara sumber energi, sistem kontrol, dan komponen pengendalian hama.

Baca juga:  Pelestarian Budaya Jawa Tengah Butuh Partisipasi Masyarakat

Tim PPK Ormawa FST Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk kader yang memiliki pemahaman mengenai alat AgroShield. Melalui keterlibatan langsung dalam proses pembuatan, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal fungsi alat, tetapi juga memahami cara kerja serta langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila terjadi kendala atau permasalahan pada alat yang nantinya akan ditempatkan di Desa Brongkol.

“Melalui keterlibatan langsung dalam proses pembuatan alat, peserta diharapkan dapat memahami cara kerja AgroShield serta mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi kendala atau permasalahan pada alat yang nantinya akan ditempatkan di Desa Brongkol,” jelas Ahmad Hudza selaku Tim Internal PPK Ormawa FST UNDIP.

Proses pembuatan AgroShield di pendopo Kantor Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. FOTO:IST/JATENGPOS

Menurut Ahmad, kegiatan pembuatan alat tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan kepada petani dan Karang Taruna untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam memahami teknologi tersebut. Ke depannya, Tim PPK Ormawa FST UNDIP berharap kegiatan pembuatan alat selanjutnya dapat melibatkan lebih banyak anggota Karang Taruna sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman mengenai AgroShield dan dapat mendukung keberlanjutan pemanfaatannya.

Baca juga:  Evaluasi Kinerja PPKBD melalui Pembinaan PPKBD tingkat Kecamatan Bonang

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salsa Fernanda dari Karang Taruna Dusun Gertas menyampaikan bahwa kegiatan pembuatan AgroShield memberikan wawasan dan pengalaman baru mengenai penerapan teknologi panel surya yang dipadukan dengan alat pengendalian hama.

“Kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan saya, khususnya mengenai penggabungan teknologi panel surya dengan alat pengusir hama, yaitu AgroShield. Saya juga mendapatkan pengalaman baru karena dapat mengetahui secara langsung bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan sebagai salah satu solusi dalam pengendalian hama,” ungkap Salsa.

Salsa juga berharap AgroShield dapat terus dikembangkan untuk membantu mengatasi berbagai jenis hama lainnya, seperti kera dan babi hutan, sehingga pemanfaatan teknologi tersebut dapat diperluas pada wilayah yang memiliki permasalahan serupa. Ia juga menyatakan keinginannya untuk kembali berpartisipasi apabila kegiatan serupa dilaksanakan kembali, dengan harapan waktu pelaksanaan dapat disesuaikan agar lebih banyak anggota Karang Taruna dapat terlibat.

Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa FST Universitas Diponegoro tidak hanya mengembangkan dan merakit teknologi AgroShield, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses penerapan teknologi. Transfer pengetahuan dan pengalaman melalui praktik langsung diharapkan dapat membentuk kader masyarakat yang memahami cara kerja, pengoperasian, serta penanganan kendala pada alat AgroShield, sehingga teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan mendukung keberlanjutan program SAHABAT TANI di Desa Brongkol. (tim/muz)


TERKINI

Rekomendasi

...