JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Suasana halaman Gedung Program Studi (Prodi) Gizi Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran, Kabupaten Semarang, mendadak berubah menjadi penuh warna, Sabtu (12/9/2026) pagi. Sebanyak 800 mahasiswa baru (maba) kompak mengangkat lembaran kertas berwarna dan membentuk berbagai gambar serta tulisan dalam aksi paper mob.
Teriakan dan tepuk tangan langsung pecah ketika lembaran kertas mulai bergerak serentak. Angka “3, 2, 1” muncul sebagai penanda dimulainya koreografi. Dalam hitungan detik, formasi berganti menjadi tulisan “Selamat Datang”, disusul “Get-U Maba”, I Love UNW, Merah Putih, peta Indonesia, hingga “Kampus Juara”.
Aksi tersebut menjadi salah satu sajian paling mencuri perhatian dalam penutupan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNW bertajuk Get-U Maba 2026.
Bukan sekedar mengangkat kertas warna-warni, 800 maba harus menjaga kekompakan agar setiap formasi terlihat sempurna dari kejauhan. Pergantian satu formasi ke formasi lainnya pun dilakukan secara serentak, menciptakan atraksi visual yang dinamis.
Panitia Kreatif Paper Mob Get-U Maba 2026, Risty Dyah Lova Putri Rianto, mengatakan atraksi tersebut menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya paper mob digelar dalam rangkaian PKKMB UNW
“Ini merupakan pertama kalinya UNW mengadakan paper mob untuk mahasiswa baru,” kata Risty.
Ia menjelaskan, paper mob diawali dengan koreografi angka 3, 2, 1 sebagai tanda dimulainya aksi. Setelah itu, formasi terus berganti hingga mencapai 11 tampilan.
Formasi tersebut di antaranya tulisan “Selamat Datang”, “Get-U Maba”, Merah Putih, peta Indonesia, “Kampus Juara”, emoji, dan sejumlah formasi lainnya.
“Selamat datang itu untuk menyambut seluruh Aksan Tara Muda yang akan mulai menuntut ilmu di UNW,” jelas mahasiswi Prodi S1 Kebidanan angkatan tahun 2024 tersebut.

Salah satu formasi yang memiliki pesan khusus adalah peta Indonesia. Menurut Risty, formasi itu menggambarkan keberagaman asal mahasiswa UNW yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
“Mahasiswa UNW ini bukan hanya dari Pulau Jawa, tetapi dari Sabang sampai Merauke ada di UNW. Kemudian ada Kampusnya Para Juara karena memang UNW itu adalah kampusnya para juara,” ujarnya.
Puncak aksi paper mob para maba membentuk emoji dengan ekspresi yang cukup “centil”. Sontak, teriakan dan sorakan membahana dari para mahasiswa baru. Mereka tampak menikmati setiap detik penampilan hingga formasi terakhir sekaligus menjadi penutup aksi paper mob.
Di balik penampilan yang terlihat sederhana, tersimpan latihan dan kerja keras para maba. Risty mengungkapkan, persiapan paper mob dilakukan dalam waktu relatif singkat, bahkan tidak sampai satu minggu.
“Meski baru pertama kali dalam sejarah UNW mengadakan paper mob dan hanya diikuti 800 maba, kami berhasil menggelarnya dengan lancar dan sukses. Latihan juga tidak sampai seminggu dilakukan selama PKKMB mulai Senin (7/9/2024) dan berakhir hari ini,” tandasnya lega.
Panitia Kreatif Paper Mob, Andrea Grace Fransisca, menambahkan konsep paper mob mengangkat tema Nusantara yang merupakan perwujudan dari filosofi Aksan Tara.
Menurutnya, Aksan Tara memiliki makna pengetahuan, ruang pertemuan, sekaligus perjalanan. Konsep tersebut menjadi gambaran perjalanan mahasiswa baru ketika memasuki dunia perkuliahan.
“Maknanya menjadikan gerbang transformasi maba UNW untuk mengembangkan karakter inovatif, menjunjung budaya sehat, serta memiliki kompetensi yang internasional,” jelas mahasiswi Prodi Gizi angkatan 2025 tersebut.
Ia menjelaskan, Aksan Tara juga melambangkan perjalanan mahasiswa baru dalam menjelajahi dunia ilmu pengetahuan, pengalaman, dan keberagaman.
“Aksan Tara menjadi gambaran bahwa setiap individu datang dari latar yang berbeda, namun dipersatukan dalam satu tujuan, yaitu bertumbuh, belajar, dan menciptakan karya bersama selama kehidupan di kampus,” ujarnya.

Dari Paper Mob hingga Cosplay Film-Drama
Keseruan penutupan Get-U Maba 2026 tak berhenti setelah paper mob. Suasana semakin meriah setelah mahasiswa baru rehat sejenak untuk berganti penampilan. Sebelumnya mereka mengenakan pakaian hitam putih, kali ini para maba tampil dalam balutan kostum cosplay yang terinspirasi dari karakter film dan drama Korea.
Kostum bergaya CEO dalam drama Korea tampak mendominasi. Para mahasiswa tampil mengenakan setelan resmi lengkap dengan jas dan dasi, sementara mahasiswi tampil dengan blazer yang rapi dan anggun. Sebagian lagi ada yang mengenakan pakaian adat Jawa, jaket khas tokoh jahat berkacamata hitam, kostum koki restoran, hingga kostum prajurit mirip serial drama zaman kerajaan.
Penampilan tersebut membuat suasana orientasi yang biasanya identik dengan kegiatan formal menjadi lebih cair. Para mahasiswa bebas mengekspresikan diri melalui karakter yang mereka pilih.
Tren cosplay dalam kegiatan kampus memang kerap menjadi daya tarik tersendiri. Selain menghadirkan hiburan, penggunaan kostum karakter populer menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus membangun keakraban dengan teman-teman baru.
Keseruan kemudian berlanjut dengan pentas seni musik. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik UNW tampil membawakan sejumlah lagu, mulai dari lagu pop hit hingga pop Jawa koplo.
Permainan musik yang kompak membuat mahasiswa baru ikut larut. Sebagian bernyanyi bersama dan berjoget, sementara lainnya menikmati pertunjukan dari area sekitar panggung.
Keseruan Get-U Maba juga dirasakan Jamela Marling, mahasiswa asal Papua Pegunungan. Selama mengikuti rangkaian PKKMB, ia mengaku mendapat banyak pengalaman baru, terutama dalam mengenal lingkungan kampus dan teman-teman satu angkatan.
“Masih terasa berkesan meski capek. Saya bisa mengenal lingkungan kampus dan teman-teman seangkatan yang pintar-pintar. Jadi ingin lebih dalam mengenal kampus UNW dengan mengikuti program studi yang akan saya jalani di kampus ini,” ujar mahasiswi baru S1 PGSD tersebut.
Jamela mengaku mulai tertarik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, khususnya olahraga basket. Ia bahkan berkeliling dari satu stan ke stan lainnya untuk mencari informasi mengenai kegiatan mahasiswa yang sesuai dengan minatnya.
Sementara itu, Madinara Artan Arifin, mahasiswa baru Prodi Ilmu Keolahragaan, mengaku lega sekaligus senang bisa menyelesaikan seluruh rangkaian Get-U Maba yang berlangsung sejak Senin hingga Sabtu (12/9/2026).
“Pastinya senang dan seru mengikuti Get-U Maba sampai penutupan. Tadi paper mob sangat bagus dan seru,” katanya.
Madinara juga langsung menjatuhkan pilihan pada UKM olahraga bola voli. Ia mengaku tertarik karena UNW memiliki kegiatan bola voli yang berprestasi.
“Saya akan ambil ekskul ini. Kebetulan saya juga atlet voli di sekolah,” ujar lulusan SMK Teuku Umar Semarang tersebut.
Dengan berakhirnya paper mob, cosplay, hingga pentas musik, rangkaian Get-U Maba 2026 pun resmi ditutup. Namun, bagi ratusan mahasiswa baru, kemeriahan tersebut menjadi awal dari perjalanan baru —berkenalan, menemukan minat, membangun pertemanan, dan mulai menapaki kehidupan sebagai mahasiswa UNW. (muz)




