JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Agresivitas pajak berkaitan dengan penurunan nilai perusahaan. Namun, dampak tersebut cenderung melemah pada perusahaan yang memiliki perempuan dalam jajaran direksi.
Temuan itu merupakan hasil penelitian Fitri Dwi Jayanti dalam Program Doktor Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Yudisium Program Doktor Ilmu Akuntansi FEB UKSW, Jumat (18/9/2026).
Penelitian Fitri mengkaji hubungan agresivitas pajak dengan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan sejumlah mekanisme tata kelola perusahaan, yakni komite audit, kompensasi eksekutif, serta keberadaan direksi perempuan.
Menurut Fitri, agresivitas pajak merupakan strategi perusahaan untuk menekan beban pajak melalui perencanaan pajak dengan memanfaatkan celah dalam kebijakan atau peraturan perpajakan.
“Agresivitas pajak dapat mengurangi beban pajak dan meningkatkan laba komersial. Namun, ketika dipandang berisiko oleh investor, strategi tersebut justru dapat memberikan sinyal negatif terhadap perusahaan,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi agresivitas pajak, nilai perusahaan cenderung menurun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa strategi penghematan pajak tidak selalu dipersepsikan positif oleh investor.
Selain itu, penelitian menemukan kompensasi eksekutif berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Artinya, peningkatan kompensasi eksekutif berkaitan dengan menurunnya kecenderungan perusahaan melakukan agresivitas pajak.
“Hal ini mengindikasikan bahwa kompensasi yang lebih tinggi dapat mendorong manajemen menghindari keputusan perpajakan yang berisiko bagi investor dan perusahaan,” jelas dosen akutansi di Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran ini.
Dikatakannya, komite audit tidak terbukti berpengaruh terhadap agresivitas pajak. Komite audit juga tidak menunjukkan pengaruh yang cukup kuat dalam memediasi hubungan antara agresivitas pajak dan nilai perusahaan.
Sementara itu, Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA yang memimpin sidang yudisium mengucapkan selamat kepada Dr Fitri Dwi Jayanti yang sudah meraih gelar doktor ilmu akutansi di FEB UKSW dengan lama studi tiga tahun. ” Kami berharap setelah menyelesaikan studi doktor ini, kembali ke institusi masih- masing untuk menularkan dan mengembangkan ilmunya demi kemajuan institudinya, bangsa dan negara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Akutansi ( DIA) FEB UKSW Prof. Dr. Theresia Woro Damayanti, S.E., M.Si., Akt., CA menambahkan, dengan selesainya studi dari Dr Fitri Dwi Jayanti ini, maka angkatan pertama DIA yang berjumlah empat mahasiwa sudah rampung semua.” Selanjutnya kita akan fokus untuk bimbingan yang angkatan kedua,” katanya.( deb)




