JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus tengah bersiap menyambut konsep transportasi baru yang ditawarkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Angkutan kota (angkot) di Kudus nantinya akan dialihfungsikan sebagai angkutan pengumpan untuk menopang operasional Bus Trans Jekuti (Jepara, Kudus, Pati).
Kepala Dishub Kudus, Mundir, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah angkot yang aktif beroperasi di Kudus sudah menyusut drastis. Berdasarkan pendataan terbaru, jumlahnya diperkirakan tidak sampai 20 persen dari total armada yang ada sebelumnya. Kondisi sepi penumpang membuat para sopir angkot kian terpuruk.
‘’Informasi yang kami terima, angkot yang ada saat ini hidup segan mati tak mau. Kalau tidak ada penumpang, ya kasihan sopirnya,’’ ujar Mundir, saat ditemui di kantornya, Selasa (22/9).
Sambungnya, melihat kondisi tersebut, konsep pengumpan dinilai menjadi angin segar bagi keberlangsungan nasib para sopir angkot. Melalui skema ini, rute angkot akan ditata ulang, agar terhubung langsung dengan halte-halte Trans Jateng.
‘’Penumpang yang turun dari bus koridor utama, dapat melanjutkan perjalanan ke tujuan masing-masing menggunakan angkot pengumpan,’’ imbuhnya.
Soal rute Trans Jekuti, Mundir menjelaskan bahwa penentuan rute sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak Provinsi Jawa Tengah. Rencana revitalisasi ini ditargetkan berjalan pada tahun 2026, meski pembahasannya saat ini belum final.
‘’Kami dari kabupaten sifatnya mendampingi. Sementara untuk pembangunan fasilitas halte, rencananya kami akan menggandeng dan bersinergi dengan pihak swasta,’’ lanjutnya.
Mengenai titik pemberhentian, beredar informasi bahwa kawasan Sub Terminal Getaspejaten dan kawasan Sub Terminal Jetak akan menjadi titik integrasi penting. Terlebih, kawasan Jetak nantinya juga memuat titik strategis karena berdekatan dengan akses jalan tol.
Kendati, terkait detail anggaran dan pembagian pembangunan fisik antara provinsi dan kabupaten, Dishub Kudus mengaku masih menunggu keputusan resmi.
‘’Untuk anggaran yang disediakan berapa, kami belum tahu pasti. Prosesnya masih terus berjalan,’’ pungkas Mundir. (han/rit)




