Susu Lokal Jadi Favorit Siswa dalam Program MBG


JATENGPOS.CO.ID,  PABELAN – Susu segar produksi lokal dari Rumah Susu Indonesia di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, menjadi salah satu menu tambahan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digemari siswa.

Respons positif datang dari siswa maupun guru yang menilai susu tersebut memiliki rasa lebih segar dan tidak terlalu manis.

Kepala TK Harapan Desa Semowo, Eli Sulistiani, mengatakan anak-anak di sekolahnya telah mengonsumsi susu produksi Rumah Susu Indonesia selama sekitar empat bulan.

Menurut dia, para siswa menyukai susu tersebut karena rasanya enak, segar, serta memiliki kadar gula yang rendah.
“Alhamdulillah kalau susu dari Rumah Susu Indonesia Kadirejo ini sangat disukai anak-anak. Rasanya juga enak, berkualitas bagus dan kadar gulanya rendah,” kata Eli, Kamis ( 24/9/2026).

Eli menambahkan, orang tua siswa juga memberikan respons positif. Mereka menilai susu tersebut lebih segar dibandingkan susu kemasan dan mendukung pemberian susu dengan kadar gula yang rendah.

Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri Kadirejo 03, Rokhaniah. Ia mengatakan susu tersebut mulai diberikan kepada siswa sejak awal tahun ajaran baru, 13 Juli 2026.

Baca juga:  BNN Surakarta Gelar Pelatihan Barista bagi Warga Kawasan Rawan Narkoba Mojosongo

Menurut Rokhaniah, susu produksi Rumah Susu Indonesia memiliki rasa yang segar dan tidak membuat enek. Penilaian tersebut juga dirasakan guru maupun siswa.”Kalau menurut saya pribadi, lebih enak susu yang ini. Rasanya segar dan tidak terlalu enek,” katanya. Ia menilai penggunaan susu produksi Rumah Susu Indonesia dalam MBG sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap produk lokal.

Sementara itu, salah satu siswi kelas VI, Fahira, juga mengaku menyukai susu yang diterimanya melalui program MBG.
“Enak,” kata Fahira ketika ditanya mengenai rasa susu tersebut.
Saat ditanya apakah berharap susu tersebut tetap diberikan dalam menu MBG, Fahira menjawab singkat, “Terus.”

Pimpinan Rumah Susu Indonesia, Riyadi, mengatakan produk susu segar yang diproduksinya saat ini telah dipasok ke enam SPPG. Setiap SPPG rata-rata melayani sekitar 2.000 hingga 2.600 penerima manfaat.
“Untuk saat ini sudah ada enam SPPG yang kita layani dari Rumah Susu ini,” ujar Riyadi yang juga Kepala Desa Kadirejo, Kamis ( 24/9/2026).

Menurut Riyadi, penggunaan susu segar dalam program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan tambahan gizi siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu peternak sapi perah.

Baca juga:  Dirpolairud Dapat Penghargaan Kapolda Jateng

Ia menyebut penggunaan susu segar tersebut sejalan dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) agar program MBG turut menyerap produk peternakan lokal.
“Ini sesuai arahan dari Kepala BGN Pak Sudaryono, dalam rangka membantu peternak dalam hal susu. Untuk MBG juga diarahkan menggunakan susu segar yang minimal 80 persen kandungan susunya,” katanya. Riyadi menegaskan, produk yang diolah Rumah Susu Indonesia menggunakan 100 persen susu murni.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Rumah Susu Indonesia bekerja sama dengan koperasi di wilayah Getasan, Kabupaten Semarang. Koperasi tersebut membina kelompok tani dan peternak sapi perah yang menjadi pemasok susu.
“Kita kerja sama dengan koperasi di sana yang membina kelompok-kelompok tani dan juga peternak susu sapi perah,” ujarnya.

Dari sisi kapasitas produksi, Rumah Susu Indonesia mampu mengolah hingga 24.000 cup per hari apabila seluruh mesin dioperasikan secara maksimal. Kapasitas tersebut membutuhkan bahan baku sekitar tiga ton susu per hari.
“Kalau kita maksimalkan mesin ini, sebenarnya bisa 24.000 cup per hari. Artinya kebutuhan bahan bakunya tiga ton per hari,” pungkas Riyadi.( deb)


TERKINI

Diduga Korsleting, Tiga Kendaraan Ludes Terbakar

Pemkab Kudus Targetkan Tanam 50 Pohon Setiap Jumat

Ayah Lansia Tusuk Anak Kandung hingga Tewas

Kudus Terima CSR Rp1 Miliar dari Bank Jateng

Rekomendasi

...