Tani Merdeka Jateng Dorong Regenerasi Petani di Karangnyar


JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Suasana semarak menyelimuti Umbul Setumpeng, Desa Gantungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Kamis (24/9). Ratusan warga dan petani berkumpul untuk memperingati Hari Tani Nasional ke-66 yang digelar bersama Tani Merdeka Jawa Tengah.

Tani Merdeka Jawa Tengah mendorong regenerasi petani di Karanganyar. Karena di Bumi Intanpari petani milenial baru 12 persen, sedangkan standar nasional 40 persen.

Ketua Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan pihaknya siap mendukung petani sekaligus mendorong kemajuan wisata di Umbul Setumpeng. Menurutnya, petani harus didorong menjadi modern, berkelanjutan, dan mandiri melalui regenerasi, penguatan pangsa pasar dari hulu ke hilir, serta modernisasi pertanian.

“Ini yang mendesak regenerasi petani. Karena saat ini petani kita rata-rata berusia 55 tahun. Di Karanganyar petani milenial baru 12 persen. Standar nasional 40 persen,” tegas Wawan yang juga Anggota DPRD Karanganyar Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Baca juga:  Bupati Boyolali Imbau Warganya Shalat Idul Fitri di Lingkup RT Masing-masing

Kepala Desa Gantungan, Suwito, menyebut Gantungan merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Karanganyar yang secara konsisten memperingati Hari Tani Nasional setiap tahun.

Meski kemarau panjang membuat debit air berkurang, ia tetap optimistis petani bisa panen. “Kemarau panjang, air kurang, itu wajar. Kami mohon doa agar panen tetap berhasil,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Kecamatan Mojogedang, Joko Purwanto. Ia mengucapkan selamat Hari Tani kepada para pahlawan pangan.

“Pertanian luar biasa di era Pak Prabowo. Pupuk juga sudah murah. Jangan hanya padi, komoditas lain seperti melon juga harus dikembangkan. Pak Wawan tolong didampingi,” kata Joko.

Pada sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan keluhan. Suwarto, perwakilan P3A, mengatakan aliran air Umbul Setumpeng berasal dari Karangpandan dengan jarak yang jauh, sehingga banyak kebocoran di sepanjang saluran.

Baca juga:  Geram, Bupati Sragen Kantongi Rapor Merah Lima RS

“Kami mohon dibuatkan irigasi baru agar aliran lebih lancar,” pinta Suwarto.

Keluhan serupa disampaikan Pak Sri. Ia menyebut ada bagian tebing Umbul Setumpeng yang longsor dan membutuhkan perbaikan. Selain itu, kunjungan wisata Umbul Setumpeng belum kembali ramai sejak pandemi COVID-19.

“Umbul Setumpeng ada bagian yang longsor butuh perbaikan. Dan mohon dukungannya karena setelah COVID, wisatanya sepi,” ujarnya.(yas/rit)

 


TERKINI

Diduga Korsleting, Tiga Kendaraan Ludes Terbakar

Pemkab Kudus Targetkan Tanam 50 Pohon Setiap Jumat

Ayah Lansia Tusuk Anak Kandung hingga Tewas

Kudus Terima CSR Rp1 Miliar dari Bank Jateng

Rekomendasi

...