JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan 10.000 dosis vaksin rabies gratis pada tahun 2026. Vaksin untuk memperkuat pencegahan dan pengendalian penyakit rabies di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, yang telah mengadakan Gratis Vaksin Rabies serentak di tingkat provinsi dan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri peringatan ‘World Rabies Day 2026’ di Taman Indonesia Kaya, Semarang, Minggu, 27 September 2026.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Peternakan yang hari ini memberikan 10.000 dosis vaksin rabies serta melakukan vaksinasi secara masif di 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.
Menurutnta, penyediaan vaksin dalam jumlah tersebut menjadi langkah penting untuk mempertahankan status Jawa Tengah sebagai provinsi bebas rabies yang telah disandang sejak 1997.
Ia menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa status Jawa Tengah yang telah bebas rabies tidak membuat pemerintah lengah. Sebaliknya, pencegahan harus terus diperkuat mengingat adanya mobilitas dan perpindahan hewan antardaerah.
“Bebas itu tidak harus terus kita santai. Kita juga harus waspada,” ujarnya.
Taj Yasin mengatakan, Jawa Tengah memiliki wilayah perbatasan dengan sejumlah daerah lain. Sementara itu, perpindahan hewan tidak dapat sepenuhnya dikontrol setiap saat. Kondisi tersebut membuat vaksinasi menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga populasi hewan tetap terlindungi.
Terlebih, menurutnya, jumlah masyarakat yang memelihara hewan, khususnya anjing dan kucing, semakin meningkat. Karena itu, para pemilik hewan diimbau memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi dan melakukan konsultasi dengan dokter hewan.
“Tidak mungkin kedinasan saja, pemerintah saja, atau dokter hewan saja. Kita harus bersama-sama untuk mendukung gerakan bebas rabies,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter hewan dan tenaga medis yang telah mendedikasikan diri dalam menjaga Jawa Tengah tetap bebas rabies. Upaya tersebut dinilai penting karena rabies merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan dapat membahayakan manusia.
Taj Yasin menekankan pencegahan harus menjadi prioritas. Menurutnya, langkah vaksinasi secara masif merupakan bagian dari upaya membangun perlindungan sejak awal, bukan hanya menunggu munculnya kasus untuk kemudian ditangani.
Saat ini, Jawa Tengah juga didukung 99 puskesmas, 685 dokter hewan, dan 516 paramedik. Keberadaan sumber daya tersebut, lanjutnya, perlu terus diperkuat seiring meningkatnya kesadaran dan minat masyarakat dalam memelihara hewan.
Ia berharap gerakan vaksinasi rabies dengan dukungan 10.000 dosis tersebut dapat memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan hewan, komunitas pecinta hewan, serta masyarakat.
“Semoga gerakan ini menambah kita memiliki kekuatan seperti tema, yaitu stronger together. Dan itu enggak bisa sendirian, kita harus *together*,” ujar Taj Yasin.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrnsisco Dasilva Tavares, mengatakan, penyediaan vaksin gratis tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan perlindungan terhadap hewan sekaligus mencegah ancaman rabies terhadap masyarakat.
Menurutnya, vaksinasi menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan status Jawa Tengah yang telah dinyatakan bebas rabies sejak 1997. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat terdapat risiko masuknya kembali penyakit tersebut ke Jawa Tengah.
Sementara itu, para pemilik hewan menyampaikan terima kasih mereka terhadap program vaksin gratis yang diadakan Pemprov Jateng.
“Kalau mandiri lumayan harganya, 300 an ribu,” kata Septi, warga yang membawa anjing tekel dan golden collie miliknya untuk ikut vaksin gratis.
Hal senada disampaikan Rahma, yang membawa dua kucing ras Persia untuk mendapatkan vaksin dalam event tersebut.
“Senang sekali karena gratis,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub Taj Yasin juga berkesempatan mengajak masyarakat minum susu melalui kampanye Gemar Minum Susu.
(Rit)







