JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO — Keceriaan dan gelak tawa anak-anak membahana di dalam gerbong Kereta Wisata Batara Kresna, Jumat (25/9/2026). Dalam rangka memperingati Hari Kereta Api Nasional sekaligus menyambut HUT ke-81 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Super Hero Sanggar Bhinneka berkolaborasi dengan TK Teladan Sukoharjo, Literasi Dongeng Wisata Gatotkoco Disporapar, dan Duta Wisata menggelar kegiatan edukatif bertajuk Sehari Ceria Bersama Kereta Api.
Mewarnai perjalanan tersebut, anak-anak murid TK Teladan Sukoharjo bersama anak-anak yatim binaan Sanggar Bhinneka—termasuk para yatim korban Covid-19—diajak belajar mengenal transportasi masal dan potensi lokal lewat metode unik: mendongeng langsung di dalam gerbong kereta yang sedang berjalan.
Selama perjalanan, karakter Superhero dari Sanggar Bhinneka hadir menyapa, mengajak interaksi, serta membawakan fabel seru tentang Kancil dan Monyet di tepian Sungai Bengawan Solo wilayah Nguter. Narasi dongeng secara cermat disisipi pengenalan potensi daerah yang dilintasi. Saat kereta singgah di Stasiun Nguter, anak-anak diajak mengenal Nguter sebagai sentra jamu tradisional Sukoharjo.
Perjalanan berlanjut hingga Stasiun Wonogiri. Setibanya di lokasi, rombongan diajak mengedukasi kuliner khas dengan menyusuri pasar tradisional di depan stasiun untuk mengenal kuliner lokal, seperti bakmi pentil, sebelum akhirnya kembali menuju Sukoharjo.
Danar, perwakilan Super Hero Sanggar Bhinneka, menjelaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan wujud sinergi bersama KAI Daop 6 dalam mengemas literasi transportasi dan pariwisata yang aplikatif.
“Superhero Sanggar Bhinneka menjadi mitra KAI Daop 6 dalam kegiatan edukasi perkeretaapian sekaligus literasi wisata bagi anak-anak. Melalui dongeng yang mengangkat tempat-tempat yang dilewati—seperti Sungai Bengawan Solo dan kawasan Nguter sentra jamu—anak-anak tidak hanya diajak mencintai kereta api, tetapi juga mengenal lingkungan dan potensi wisata secara langsung,” ungkap Danar.
Danar juga mengapresiasi layanan yang diberikan PT KAI khususnya untuk Daop 6 Yogyakarta yang menaungi perkeretaapian wilayah hingga Solo, Sukoharjo sampai Wonogiri.
“Fasilitas dan layanan kereta api di Sukoharjo-Wonogiri sangat lengkap dan bagus, termasuk saat kita minta ijin membuat kegiatan ini direspon sangat baik. Bahkan seluruh petugasnya mendukung acara sampai berakhir dengan sukses,” ungkap Danar.
Ia menambahkan, pendekatan pengalaman lapangan (direct learning) ini sejalan dengan misi KAI Daop 6 dalam menumbuhkan budaya literasi masyarakat, termasuk lewat fasilitas Rail Library (kereta perpustakaan).
Apresiasi tinggi datang dari pihak pengelola stasiun. Kepala Stasiun Sukoharjo Daop 6 Yogyakarta, Yoga Pratista, menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat efektif untuk menanamkan rasa cinta anak terhadap moda transportasi umum sejak dini.
“Kegiatan edukasi ini kami apresiasi karena menjadi bentuk kebersamaan sekaligus sarana mengenalkan perkeretaapian sejak dini kepada anak-anak. KAI sangat terbuka memberikan edukasi perkeretaapian untuk jenjang TK hingga SD. Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman menyenangkan serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kereta api,” tutur Yoga.
Kemeriahan rangkaian acara ditutup di Stasiun Sukoharjo dengan seremoni perayaan ulang tahun KAI. Anak-anak bersama Superhero menyerahkan kue tart dan setangkai bunga kepada masinis serta kepala stasiun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi insan perkeretaapian.
Rasa gembira tak bisa disembunyikan oleh para peserta. Melova, salah satu siswi TK Teladan Sukoharjo, mengungkapkan kepolosannya saat ditemui di akhir acara.
“Senang naik kereta dan bertemu Super Hero bareng naik kereta api. Nanti mau ikut lagi,” serunya gembira.
Melalui pesan utama “Super Hero mendongeng wisata di dalam kereta wisata”, kolaborasi lintas lembaga ini sukses menyampaikan pesan edukasi dengan cara yang membekas di hati generasi muda: “Selamat Hari Kereta Api Nasional, kami tetap cinta kereta api.” (dea/rit)







