JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Bukan sekadar mendapat penyuluhan kesehatan, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, diajak langsung mengolah buah menjadi minuman sehat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang dengan mengangkat tema pemberdayaan minuman olahan sehat buah untuk mengurangi risiko penyakit ginjal.
Warga tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan produk. Cara pengolahan, penggunaan bahan hingga pengemasan menjadi bagian yang diperkenalkan kepada peserta.
Ahli gizi Anggi Ariana Wijayanti, S.Tr.Gz., memberikan materi sekaligus mendampingi peserta saat praktik. Sebelumnya, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal terkait materi kesehatan yang diberikan.
Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah yang selama ini menjadi salah satu desa binaan Poltekkes Kemenkes Semarang. Program pengabdian masyarakat ini juga menjadi agenda rutin tahunan untuk memberikan edukasi yang dapat diterapkan langsung oleh warga.
Lurah Mangunharjo Dian Eko Prapti Wulandari, SE., MM., membuka kegiatan secara simbolis. Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Fatimah, S.ST., M.Kes., kemudian menjelaskan pentingnya kegiatan edukasi yang memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan senam bersama dan doa. Setelah penyampaian materi dan praktik, peserta kembali mengerjakan post-test untuk melihat pemahaman setelah mengikuti kegiatan.
Antusiasme warga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan setelah kegiatan. Mulyanti mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat karena peserta mendapatkan pengetahuan sekaligus bisa mencicipi produk yang dibuat.
“Kegiatannya baik, bermanfaat, produk juga enak. Semoga akan ada lagi,” katanya.
Suyatmi juga mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah bisa berdiskusi langsung dengan ahli gizi. Ia menilai kesempatan bertanya mengenai kesehatan menjadi salah satu hal yang bermanfaat bagi peserta.
Sementara Siti Najiah mengaku tertarik mempraktikkan kembali resep yang diperoleh. “Terima kasih, sudah diberi resep sehat dan enak. Bahan yang diberikan akan saya praktikkan di rumah setelah ini,” tuturnya.
Bagi Sudarwanti, pengetahuan yang diperoleh bahkan dinilai dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan. Ia berencana kembali membuat produk tersebut setelah kegiatan selesai.
“Sangat bermanfaat untuk usaha rumahan. Nanti saya buat lagi di rumah. Terima kasih,” ujarnya.
Peserta lainnya, Roskanah, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya memahami hal-hal yang sebelumnya belum diketahui, mulai dari cara mengemas minuman hingga tahapan pembuatannya.
Selain edukasi dan praktik, tim pengabdian membagikan produk serta leaflet kepada peserta. Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi juga memberikan hibah berupa bahan pembuatan produk agar warga dapat mempraktikkan kembali pengetahuan yang diperoleh di rumah.
Kegiatan tersebut melibatkan Dr. Fatimah, S.ST., M.Kes., Dr. Nanang Sulaksono, S.ST., M.Kes., Dr. Siti Masrochah, S.Si., M.Kes., Yeti Kartikasari, ST., M.Kes., Veny Nur Aini, S.Pd., M.Pd., dan Dimas Prakoso, S.Tr.Rad., M.Tr.Kes., bersama sejumlah mahasiswa.
Tim pengabdi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan edukasi, tetapi mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan mengonsumsi dan mengolah minuman secara lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari.(aln)





