Pamdal DPRD Kabupaten Semarang Dilatih tak Panik Menghadapi Kobaran Api


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN-  Api tak pernah memberi banyak waktu untuk berpikir. Ketika percikan berubah menjadi kobaran, kepanikan justru bisa membuat keadaan semakin sulit dikendalikan. Karena itu, kemampuan bertindak cepat dan tepat menjadi bagian penting dalam menghadapi keadaan darurat.

Hal itulah yang coba dibangun di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Semarang pada Jumat (25/9/2026). Tampak suasana halaman DPRD berubah menjadi arena simulasi penanganan kebakaran. Bukan sekadar teori, para pegawai diajak berhadapan langsung dengan berbagai skenario kebakaran. Mulai dari mengenali potensi bahaya, menangani api dalam skala kecil, menghadapi kebocoran gas hingga menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu digelar bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang. Seluruh pegawai mengikuti kegiatan tersebut, dengan perhatian khusus diberikan kepada Tim Pengamanan Dalam (Pamdal) atau sekuriti yang menjadi salah satu unsur terdepan ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan kantor.

Menariknya, simulasi dilakukan setelah para pegawai menyelesaikan kegiatan Jumat Bersih. Dari aktivitas menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan kemudian berlanjut pada pembelajaran tentang bagaimana menjaga keselamatan ketika situasi tak terduga terjadi.

Lima personel Damkar Kabupaten Semarang diterjunkan untuk memberikan edukasi sekaligus praktik. Tim tersebut berada di bawah komando Mujiyanto. Satu per satu, peserta diperkenalkan dengan langkah pencegahan kebakaran. Mereka juga diajari bagaimana bersikap ketika menemukan api yang masih dalam tahap awal.

Baca juga:  Polda Jateng Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Di hadapan peserta, petugas memperagakan penggunaan APAR. Cara memegang alat, mengarahkan ujung penyemprot ke sumber api hingga teknik pemadaman diperagakan secara langsung.

Peserta juga mendapat kesempatan mengenal peralatan pemadam lainnya, termasuk selang serta teknik menyemprotkan air dari mobil pemadam kebakaran. Suasana simulasi pun berlangsung antusias. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi mengikuti setiap tahapan praktik yang diberikan petugas.

Bagi Tim Pamdal, pengalaman tersebut menjadi bekal yang tidak bisa dianggap sepele. Sebagai petugas yang berada di lingkungan kantor setiap hari, mereka dituntut mampu menjadi pihak pertama yang mengenali potensi bahaya sekaligus mengambil tindakan awal sebelum bantuan lebih lanjut datang.

Sekretaris DPRD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro mengatakan kegiatan tersebut penting untuk membangun kesiapan seluruh pegawai menghadapi keadaan darurat.

Menurutnya, keselamatan kerja tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan peralatan pemadam. Pegawai juga perlu memahami cara menggunakan peralatan tersebut dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika kebakaran terjadi.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan adanya edukasi dan simulasi secara langsung, kita berharap seluruh pegawai, khususnya Tim Pamdal, semakin sigap, tenang, dan mampu mengambil langkah yang tepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” ujar Alexander.

Ia berharap simulasi serupa tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Pengetahuan tentang keselamatan, kata dia, perlu menjadi bagian dari kebiasaan dalam lingkungan kerja. Dengan demikian, pegawai tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, tetapi juga mampu mengenali potensi bahaya sebelum berubah menjadi bencana.

Baca juga:  Strategis, PPI Morodemak Jadi Tempat Berlabuh Kapal Nelayan Luar Daerah

“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada simulasi saja, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja kita sehari-hari. Semakin kita memahami cara mencegah dan menangani kebakaran sejak dini, semakin besar pula upaya kita dalam melindungi keselamatan seluruh pegawai dan menjaga fasilitas negara,” katanya.

Sementara itu, Mujiyanto dari Damkar Kabupaten Semarang mengingatkan bahwa menghadapi api membutuhkan ketenangan. Menurutnya, tindakan yang salah atau kepanikan pada saat menghadapi kebakaran justru dapat memperbesar risiko.

“Yang paling penting adalah mengetahui langkah antisipasi sebelum kebakaran terjadi. Ketika api masih kecil, kita harus tahu bagaimana cara menanganinya dengan benar. Jangan panik, karena kepanikan justru dapat membuat situasi menjadi lebih berbahaya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan menggunakan APAR seharusnya tidak hanya dimiliki petugas keamanan. Setiap pegawai, menurutnya, setidaknya perlu mengetahui fungsi dan cara dasar penggunaan alat tersebut. Sebab, dalam kondisi tertentu, beberapa menit pertama menjadi sangat menentukan sebelum api berkembang dan sulit dikendalikan.

“APAR merupakan salah satu peralatan yang sangat penting untuk penanganan awal. Karena itu, bukan hanya petugas keamanan, tetapi seluruh pegawai sebaiknya mengetahui cara penggunaannya. Dengan keterampilan sederhana ini, kebakaran kecil dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi lebih besar,” pungkas Mujiyanto. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...