JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan ginjal dilakukan Poltekkes Kemenkes Semarang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Kegiatan yang digelar Minggu (2/8/2026) tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Bilingual Berbasis Health Literacy untuk Pencegahan Gagal Ginjal Kronis”.
Kelurahan Mangunharjo merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tembalang yang menjadi desa binaan Poltekkes Kemenkes Semarang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan dosen dan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali senam bersama yang diikuti tim pengabdi dan warga. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebelum peserta mengikuti edukasi kesehatan.
Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test. Ketua tim pengabdi, Veny Nur Aini, S.Pd., M.Pd., kemudian membuka kegiatan melalui sambutan.
Materi disampaikan ahli gizi, Anggi Ariana Wijayanti, S.Tr.Gz. Peserta mendapatkan edukasi mengenai kesehatan ginjal serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gagal ginjal kronis.
Materi juga dilengkapi praktik bersama sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi dapat memahami penerapannya secara langsung. Setelah pemaparan materi, peserta mengerjakan post-test untuk mengetahui pemahaman setelah mengikuti edukasi.
Selain edukasi, peserta mendapatkan produk dan leaflet sebagai bahan informasi yang dapat dipelajari kembali di rumah. Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada warga untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan.
Siti Najiah mengatakan kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan sekaligus resep sehat yang dapat dipraktikkan di rumah.
“Terima kasih, dapat istilah dan ilmu baru, dan sudah diberi resep sehat yang enak. Bahan yang diberikan akan saya praktikkan di rumah setelah ini,” tuturnya.
Mulyanti menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi produk yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa kembali digelar.
Suyatmi mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dari ahli gizi. Menurutnya, kesempatan bertanya secara langsung mengenai kesehatan menjadi salah satu hal yang bermanfaat bagi peserta.
Sementara Sudarwanti menilai pengetahuan yang diberikan juga dapat dimanfaatkan untuk usaha rumahan. “Sangat bermanfaat untuk usaha rumahan. Nanti saya buat lagi di rumah. Terima kasih,” ujarnya.
Eko Suryani mengapresiasi kegiatan yang memadukan aktivitas fisik dengan edukasi kesehatan. Ia berharap pelaksanaan berikutnya dapat menggunakan layar yang lebih besar dan menyediakan waktu tanya jawab lebih panjang.
Di penghujung kegiatan, Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Semarang memberikan hibah berupa bahan pembuatan produk kepada peserta. Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama.
Tim pengabdian dipimpin Veny Nur Aini, S.Pd., M.Pd., dengan May Lorenna, S.Pd., M.Pd., sebagai anggota serta melibatkan sejumlah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang.
Tim pengabdi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan ginjal serta mendorong warga menerapkan pengetahuan yang diperoleh sebagai bagian dari upaya mencegah gagal ginjal kronis.(aln)





