JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Di tengah ancaman bencana dan gangguan keamanan yang bisa muncul sewaktu-waktu, anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) diminta tidak sekadar menjadi penjaga lingkungan. Mereka justru dipandang sebagai kekuatan paling awal yang dapat bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto menegaskan posisi Satlinmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membuat mereka memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Menurut Aries, anggota Satlinmas dapat menjadi pihak pertama yang melakukan penanganan awal sebelum berkoordinasi dengan aparat dan instansi terkait.
“Anggota Satlinmas dapat segera menangani untuk berkoordinasi dengan aparat,” kata Aries seusai menjadi pembina Apel Besar Satlinmas se-Jawa Tengah (Jateng) di Stadion Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026).
Ribuan anggota Satlinmas dari berbagai kabupaten/kota di Jateng mengikuti apel tersebut. Mereka berkumpul bukan sekadar menjalankan agenda seremonial, tetapi juga menegaskan kembali keberadaan Satlinmas sebagai bagian dari kekuatan perlindungan masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.
Aries mengatakan, keberadaan kelompok perlindungan masyarakat memiliki sejarah panjang. Jauh sebelum istilah Linmas dikenal seperti sekarang, masyarakat telah membentuk kekuatan untuk menjaga dan melindungi lingkungan masing-masing.
Jejak itu, kata dia, bahkan telah ada sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang. “Sudah ada rakyat yang berdiri paling depan untuk melindungi rakyatnya sendiri,” ujarnya.
Peran tersebut kemudian berkembang hingga pada 1962 secara resmi dibentuk Hansip. Dalam perjalanan sejarah bangsa, Hansip hadir di tengah masyarakat dan turut mendukung pengamanan Republik Indonesia. Seiring perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat, Hansip kemudian berubah menjadi Linmas dan kini dikenal sebagai Satlinmas.
Jumlah personel yang terlibat pun tidak sedikit. Aries memperkirakan saat ini terdapat sekitar 1,2 juta anggota Satlinmas di Indonesia. Besarnya jumlah tersebut dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Namun, Aries juga mengingatkan bahwa tantangan perlindungan masyarakat kini tidak hanya datang dalam bentuk bencana maupun gangguan keamanan secara langsung.
Ruang digital juga menjadi medan baru yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, dalam kesempatan tersebut Aries mencanangkan gerakan “Jempol Baik”. Gerakan itu ditujukan untuk mendorong anggota Satlinmas ikut melawan penyebaran berita bohong atau hoaks di dunia maya.
Pesannya sederhana, anggota Satlinmas diharapkan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, tetapi justru menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga ruang digital tetap sehat.
Apel besar tersebut juga dirangkai dengan pengukuhan Ketua DPD Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Jateng dan Ketua DPC Aslinmas se-Jawa Tengah serta DPD Abpednas Jateng. Di sela kegiatan, penghargaan Satlinmas terbaik peringkat I diberikan kepada Kabupaten Semarang dengan jumlah personel Satlinmas terbanyak se-Jateng.

Kabupaten Semarang Peringkat I
Seluruh Jateng jumlah Satlinmas tergabung dalam Aslinmas mencapai 75.738 anggota, tercatat sebagai provinsi dengan anggota Aslinmas terbanyak di Indonesia. Di tingkat provinsi, Kabupaten Semarang menjadi daerah dengan jumlah anggota Aslinmas terbanyak se-Jateng dengan total mencapai 32.854 anggota.
Besarnya kekuatan tersebut terungkap dalam Apel Akbar Aslinmas dan Abpednas se-Jateng yang digelar di Stadion Pandanaran, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9/2026). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan Ketua DPD Aslinmas Jateng serta Ketua DPC Aslinmas kabupaten/kota se-Jateng.
Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengaku bangga Kabupaten Semarang dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah anggota Aslinmas menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
“Luar biasa tadi terkait dengan Satlinmas Kabupaten Semarang. Kita juara 1 se-Jateng dan juga yang luar biasa Jawa Tengah juga juara 1 se-Indonesia,” kata Ngesti Nugraha seusai apel.
Data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menunjukkan jumlah anggota Aslinmas Kabupaten Semarang mencapai 32.854 orang. Jumlah itu berada di atas Kabupaten Brebes dengan 24.753 anggota, Wonosobo 5.087 anggota, Boyolali 2.703 anggota, dan Batang 2.458 anggota.
Bagi Ngesti Nugraha, banyaknya anggota bukan semata soal angka. Keberadaan Satlinmas harus dibarengi perhatian terhadap kesejahteraan mereka, mengingat para anggota berada di tengah masyarakat dan kerap menjadi bagian awal yang bergerak ketika terjadi gangguan keamanan maupun kondisi darurat.
Pemkab Semarang, kata dia, selama sekitar lima tahun terakhir telah memberikan insentif kepada seluruh anggota Satlinmas.
“Kabupaten Semarang sudah berjalan lima tahun ini, kami memberikan insentif untuk semua anggota Satlinmas. Walaupun nilainya belum begitu besar, Rp 500 ribu satu tahun karena sesuai kemampuan keuangan kita,” ujarnya.
Tak hanya insentif, Pemkab Semarang juga memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Satlinmas. Iuran perlindungan tersebut sepenuhnya dianggarkan melalui APBD Kabupaten Semarang.
Perhatian itu juga terlihat dalam apel akbar tersebut. Ngesti menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris anggota Satlinmas yang meninggal dunia. Nilai santunan yang diterima mencapai Rp 42 juta untuk masing-masing ahli waris.
“Tadi seperti ada anggota Satlinmas yang meninggal dunia, kemudian ahli warisnya mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 42 juta per orang. Untuk BPJS Ketenagakerjaan pembiayaannya dari pemerintah, kami anggarkan dana APBD Kabupaten Semarang,” jelasnya.
Ngesti menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Semarang yang turut mendukung penguatan kesejahteraan anggota Satlinmas.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Ketua DPRD, pimpinan DPRD dan seluruh anggota yang telah mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan Satlinmas di Kabupaten Semarang,” katanya.
Dengan jumlah anggota yang mencapai puluhan ribu, Ngesti berharap kekuatan Aslinmas tidak berhenti pada besarnya jumlah personel. Ia ingin keberadaan mereka semakin aktif membantu masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Semarang.
“Ini kita galang terus agar nanti Kabupaten Semarang tetap aman dan kondusif. Tentunya tidak lepas dari kerja sama, dukungan dari Forkopimda, kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan ormas lainnya,” tuturnya. (muz)





