Ahmad Luthfi Minta MES Jateng Gerakkan Sektor UMKM


JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jateng periode 2026–2031 ikut menggerakkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) wilayah setempat.

Langkah ini dinilai krusial agar potensi ekonomi syariah di provinsi berpenduduk 38 juta jiwa tersebut bisa menggerakkan roda perekonomian rakyat kecil dan perekonomian daerah.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026-20231 di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.

“MES ini sangat strategis sekali karena mayoritas penduduk Jawa Tengah itu muslim. Saya berharap programnya bisa menumbuhkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Luthfi.

Apalagi, pengembangan ekonomi syariah telah masuk dalam arah kebijakan perencanaan pembangunan Jawa Tengah 2025–2029. Pada 2027, Pemprov Jateng juga menempatkan ekonomi syariah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi bersama dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Baca juga:  Cerita Peserta Lomba Kaligrafi MTQ, Venue Nyaman dan Ramahnya Pelayanan Panitia Lokal

Oleh karenanya, ekonomi syariah di Jawa Tengah harus dikembangkan dengan menggandeng seluruh potensi masyarakat, termasuk UMKM.

Sebab, pertumbuhan ekonomi syariah tidak hanya berbicara industri besar dan lembaga keuangan. Di tingkat usaha mikro dan kecil pun bisa berkembang melalui produk halal, pembiayaan syariah, kuliner, fesyen, pariwisata, ekonomi pesantren, dan berbagai usaha masyarakat lainnya.

“Semuanya harus punya nilai lebih, termasuk industri halal. Itulah gunanya ekonomi syariah,” katanya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Ketua Umum PP MES, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat luar biasa. Karenanya perlu koordinasi dan kolaborasi antara MES dengan UMK, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah agar bisa berjalan dengan baik.

Baca juga:  5,7 Juta Sudah Terima Manfaat Makan Bergizi Gratis di Jateng

Rosan berharap, ekonomi syariat mempunyai porsi yang lebih besar dalam kontribusi pendapatan domestik bruto (PDB). Tahun 2027 nanti pemerintah pusat akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap ekonomi secara keseluruhan, juga kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian di daerah.

“Kalau ada ukurannya akan mudah menentukan posisi mana yang harus ditingkatkan,” paparnya.

Adapun dalam acara tersebut juga dilakukan peluncuran Koperasi Ekspor Merah Putih. Koperasi tersebut dikelola oleh Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah. (ucl)


TERKINI

Rekomendasi

...