RSI Sultan Agung Jajaki Kerja Sama Medis dan Riset dengan Iran


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang menjajaki kerja sama internasional di bidang kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian bersama Iran–Indonesia Trade Center (IITC). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis dan pengembangan sumber daya manusia.

Penjajakan tersebut dilakukan Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, bersama delegasi IITC di sela kegiatan Annual Seminar Patient Safety XX and Workshop yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (10/10).

Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk membangun hubungan kerja sama antarlembaga melalui skema business-to-business (B2B). Kolaborasi yang dirintis mencakup pengembangan pelayanan medis, pendidikan kedokteran, serta penelitian bersama, termasuk pemanfaatan teknologi kedokteran presisi.

Baca juga:  Pengembang Properti Nasional Kunjungi Rumah Contoh Bata Interlock Presisi SIG

Delegasi IITC yang hadir terdiri atas Director of Iran–Indonesia Trade Center Amirhossein Mehrpouya, B.Sc., M.Sc., Business Development Representative Ricky Ramdani, dan Office Manager Shazia Ahmad. Pertemuan tersebut membahas peluang kemitraan dengan rumah sakit pendidikan di Republik Islam Iran.

Melalui penjajakan ini, RSI Sultan Agung membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara tenaga medis, mahasiswa kedokteran, dokter spesialis, serta peneliti dari kedua negara. Kerja sama juga diarahkan untuk mendukung transfer teknologi dan pengembangan riset medis yang dapat memperkuat kapasitas layanan kesehatan.

Pengembangan kolaborasi internasional tersebut sejalan dengan upaya RSI Sultan Agung meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam. Iran dijajaki sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu kedokteran, bioteknologi, dan teknologi medis presisi.

Baca juga:  Indosat Gelar IDCamp x Kadin 2023

Langkah internasionalisasi ini juga menjadi bagian dari arah pengembangan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), yang dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H. Melalui penguatan jejaring global, lembaga tersebut mendorong unit usaha dan institusi di bawah naungannya untuk memperluas kontribusi di tingkat internasional.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak merencanakan pertemuan lanjutan di RSI Sultan Agung Semarang. Agenda tersebut direncanakan berupa seminar dan lokakarya bertema opportunity & strategic collaboration, yang akan dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Rencana tersebut diharapkan menjadi landasan formal bagi pengembangan kerja sama di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Namun, sejumlah agenda kolaborasi masih berada dalam tahap penjajakan dan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan berikutnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...