JATENGPOS.CO.ID, KUDUS -Kapolsek Kudus, AKP Rusmanto, memberikan peringatan keras kepada ratusan pelajar agar tidak terjerumus dalam lingkaran kenakalan remaja, yang dapat menghancurkan cita-cita. Pesan sarat edukasi tersebut disampaikannya secara langsung saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Kudus, Senin (12/10).
Dalam amanatnya, AKP Rusmanto menegaskan bahwa masa SMA merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan penentuan arah masa depan. Namun, di tengah pencarian jati diri, para siswa kini dikepung berbagai ancaman nyata, mulai dari tawuran, narkoba, minuman keras, penggunaan vape, hingga pelanggaran lalu lintas.
Tidak hanya di dunia nyata, Kapolsek juga menyoroti ancaman serius di ruang digital.
’’Satu tindakan gegabah dapat membawa konsekuensi panjang, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan nama baik sekolah,’’ ujar Rusmanto di hadapan peserta upacara.
Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan bahaya cyberbullying, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga tren negatif perjudian daring (judi online) yang marak menyasar generasi muda. Menurutnya, siswa harus memiliki benteng mental yang kuat untuk menolak pengaruh buruk lingkungan.
‘’Keberanian sejati adalah keberanian untuk menolak ajakan yang dapat merusak masa depan,’’ tegasnya.
Masih kata Rusmanto, guna membentengi diri dari pengaruh negatif tersebut, Ia bagikan tiga langkah penting yang wajib diterapkan oleh para pelajar. Pertamam embangun lingkaran pertemanan yang saling mendukung dan membawa pengaruh positif.
Selanjutnya, aktif dalam organisasi sekolah, ekstrakurikuler, olahraga, seni, maupun bidang akademik. Kemudian memanfaatkan teknologi untuk menambah pengetahuan dan memperluas jaringan yang sehat, bukan untuk merundung atau menyebarkan hoaks.
Di sisi lain, AKP Rusmanto juga mengajak para guru untuk memberikan pendampingan yang humanis. Bimbingan yang terbuka dan penuh kepedulian dinilai sangat penting agar siswa merasa didengar saat menghadapi persoalan.
‘’Sinergi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,’’ tutupnya. (han/rit)







