Tak Sekadar Jadi Tuan Rumah, Kabupaten Semarang Buru Peringkat 7 Besar Porprov


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN-  Naik empat tingkat dari posisi sebelumnya menjadi tantangan yang dipasang Kabupaten Semarang dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah (Jateng) XVII 2026. Tak sekadar mengirim atlet untuk berkompetisi, kontingen daerah ini membidik posisi ke-7 dengan target 80 medali dari berbagai cabang olahraga.

Target tersebut bukan perkara ringan. Pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Semarang harus puas berada di peringkat ke-11 se-Jateng. Kini, dengan persiapan yang telah dilakukan, pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang berupaya membawa kontingen naik kelas di tengah persaingan antardaerah yang semakin ketat.

Sebanyak 263 atlet dan 30 ofisial disiapkan untuk memperjuangkan target tersebut. Mereka akan berlaga dengan sasaran meraih 30 medali emas, 25 perak, dan 25 perunggu dalam pesta olahraga tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung tanggal 25 hingga 31 Oktober.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengatakan, pengiriman kontingen dilakukan melalui KONI Kabupaten Semarang. Ia berharap para atlet mampu menjaga kondisi fisik, tampil maksimal, dan menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.

“Kabupaten Semarang dalam rangka Porprov yang ke XVII tahun 2026 Provinsi Jawa Tengah ini, kami melalui KONI mengirimkan ada 263 atlet dan juga ada 30 official dan juga nanti ada pendamping yang lainnya,” ujar Ngesti Nugraha seusai pelepasan kontingen di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (15/10/2026) sore.

Menurut Ngesti, target menembus 7 besar menjadi pekerjaan bersama yang membutuhkan dukungan berbagai pihak. Ia meminta masyarakat ikut memberikan semangat kepada atlet yang akan membawa nama Kabupaten Semarang di ajang tersebut.

“Tahun ini kita targetkan ranking ke-7 sesuai dengan target yang disampaikan oleh KONI. Saya mohon doanya semoga anak kita para atlet senantiasa sehat, berlatih, bertanding dengan sportif dan juga bisa mencapai yang kita targetkan,” katanya.

 

PATRIOTIK: Perwakilan atlet mencium bendera merah putih dan pataka Kabupaten Semarang serta pataka KONI sebagai wujud patriotik dan komitmen meraih prestasi setinggi-tingginya. FOTO:MUIZ/JATENGPOS

Memburu Medali dari Cabang Potensial 

Ketua KONI Kabupaten Semarang Dody Prasetyo mengatakan, target medali disusun berdasarkan pemetaan cabang olahraga (cabor) potensial serta peluang atlet untuk bersaing di masing-masing nomor pertandingan.

KONI tidak sekadar memasang angka, tetapi juga berupaya mengidentifikasi cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang menyumbangkan medali bagi kontingen Kabupaten Semarang.

“Insyaallah kita punya target 30 emas, 25 perak, dan 25 perunggu. Setidaknya kita bisa masuk ke-7 besar  Jateng,” kata Dody seusai pelepasan atlet di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang.

Baca juga:  Dinlutkan Pemkab Demak Bantu Bangun Jalan Produksi di Areal Pertambakan

Sejumlah cabang olahraga menjadi perhatian dalam perburuan medali tersebut. Di antaranya wushu, karate, taekwondo, serta paralayang yang dinilai memiliki peluang untuk mendongkrak perolehan medali.

Pemetaan dilakukan oleh bidang pembinaan dan prestasi (Binpres) KONI dengan mempertimbangkan kemampuan atlet, kesiapan menghadapi pertandingan, serta peluang bersaing dengan peserta dari daerah lain.

Strategi tersebut menjadi penting karena keberhasilan mencapai tujuh besar tidak hanya ditentukan oleh banyaknya atlet yang dikirim. Konsistensi penampilan dan kemampuan mengonversi peluang menjadi medali akan menjadi faktor yang ikut menentukan posisi akhir Kabupaten Semarang.

Dody mengakui persaingan antardaerah bukan hal mudah. Salah satu pesaing yang perlu diwaspadai adalah Kota Salatiga, yang berada di wilayah berdekatan dengan Kabupaten Semarang.

“Karena kita tahu sendiri, daerah tetangga lebih banyak jumlah atletnya,” ujarnya.

Besarnya jumlah atlet dari daerah pesaing menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kontingen Kabupaten Semarang dituntut memaksimalkan setiap peluang, terutama pada cabang olahraga yang telah dipetakan sebagai andalan.

 

SEMANGAT JUARA: Atlet dan offisial foto bersama Bupati Semarang dan pimpinan Forkopimda seusai  acara pelepasan kontingen, Kamis (15/10/2026). FOTO:MUIZ/JATENGPOS

Jadi Tuan Rumah, Peluang sekaligus Tantangan 

Selain mengejar prestasi, Kabupaten Semarang juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan sejumlah cabang olahraga Porprov Jateng XVII 2026.

Ada 10 cabang olahraga yang dijadwalkan berlangsung di wilayah Kabupaten Semarang, yakni tenis meja, paralayang, bola voli indoor, voli pasir, karate, biliar, grasstrack, dayung, gantole, dan arung jeram.

Status tuan rumah memberikan kesempatan bagi Kabupaten Semarang untuk ikut menyemarakkan penyelenggaraan Porprov sekaligus mendukung atlet yang bertanding di wilayah sendiri. Namun, kepercayaan tersebut juga membutuhkan kesiapan penyelenggaraan agar pertandingan dapat berlangsung lancar dan nyaman bagi atlet maupun penonton.

Ngesti Nugraha mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam menyukseskan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Kami memohon permintaan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Semarang untuk ikut bersama-sama meramaikan Porprov Jateng yang ada di Kabupaten Semarang ini,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran masyarakat dapat menjadi tambahan motivasi bagi atlet, terutama ketika bertanding di hadapan pendukung sendiri.

Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada sorak-sorai di arena pertandingan. Semangat sportivitas, penghargaan terhadap perjuangan atlet, dan partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer kompetisi yang sehat.

PELEPASAN KONTINGEN: Atlet dan offisial bersama Bupati Semarang dan pimpinan Forkopimda saat pelepasan kontingen Porprov Jateng, Kamis (15/10/2026). FOTO:MUIZ/JATENGPOS

Nominal Bonus Menunggu Perolehan Medali 

Di tengah persiapan menghadapi Porprov, persoalan bonus bagi atlet peraih medali turut menjadi perhatian. Namun, Ngesti Nugraha belum dapat memastikan besaran penghargaan yang akan diberikan kepada atlet berprestasi.

Baca juga:  Giat Paslon MUTIARA dan Andika-Hendi, Komunitas Juang Kabupaten Semarang Bagikan Sayuran Gratis

Menurut dia, pembahasan mengenai bonus masih memerlukan koordinasi dengan pimpinan daerah dan anggota DPRD. Penganggarannya juga harus disesuaikan dengan mekanisme perencanaan keuangan daerah.

“Bonusnya menunggu diskusi sama pimpinan dan anggota dewan dulu. Nanti harus pasti dulu perolehan medali karena perencanaan APBD kan tidak langsung seketika,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menjelaskan, penganggaran bonus bagi atlet peraih medali Porprov akan mengacu pada perencanaan yang disusun pihak eksekutif. Mekanisme pemberian bonus juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk pencatatan penerima secara terperinci.

Ia menyebut, sesuai Permendagri Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027, penerima bonus harus tercatat berdasarkan identitas by name by address. Artinya, nama dan alamat penerima harus jelas sehingga penganggaran dapat dilakukan sesuai hasil pertandingan.

“Jadi untuk para penerima bonusnya itu harus ada by name by address sehingga Porprov harus jalan dulu, diketahui pemenangnya baru bisa diberikan bonus,” ujar Bondan.

Dengan ketentuan tersebut, pemerintah daerah harus menunggu hingga pertandingan selesai dan perolehan medali diketahui sebelum menetapkan daftar atlet yang berhak menerima penghargaan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian administrasi dan penganggaran agar pemberian bonus memiliki dasar yang jelas.

Bondan menambahkan, anggaran bonus direncanakan melalui APBD Perubahan 2027. Adapun besaran bonus bagi atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu belum ditetapkan karena harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.

“Soal besaran nanti akan kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” urainya.

Ia menjelaskan, anggaran bonus direncanakan melalui APBD Perubahan 2027. Dengan demikian, besaran penghargaan baru dapat dibicarakan lebih lanjut setelah hasil pertandingan dan perolehan medali diketahui.

Kabupaten Semarang kini memiliki dua agenda yang berjalan beriringan, menyukseskan penyelenggaraan cabang olahraga yang dipercayakan kepada daerahnya dan memperbaiki posisi dalam klasemen akhir Porprov.

Dari peringkat ke-11 menuju ke-7 besar, perjalanan kontingen Kabupaten Semarang akan ditentukan oleh hasil nyata di setiap pertandingan. Pemetaan cabor, kesiapan atlet, dan dukungan masyarakat telah menjadi bagian dari persiapan. Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh potensi tersebut benar-benar berbuah medali. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...