Revitalisasi Bertahap Sriwedari, Respati Usung Kebon Rojo Pakubuwono X


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus menggenjot penataan Kawasan Taman Sriwedari secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas fiskal daerah. Langkah strategis ini diambil guna mengembalikan ruh dan konsep historis Taman Sriwedari sebagai Kebon Rojo pada era kepemimpinan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi, usai meninjau proyek revitalisasi Kawasan Segaran Sriwedari pada Kamis (15/10). Respati menegaskan bahwa pengerjaan Segaran hanyalah salah satu bagian dari perombakan menyeluruh yang telah dirancang.

“Revitalisasi Segaran ini menjadi salah satu bagian dari keseluruhan revitalisasi Taman Sriwedari. Memang dengan kapasitas fiskal kita, kita lakukan secara perlahan. Nanti tidak hanya Segaran, taman yang dipenuhi kijang juga akan kita tata, termasuk perapihan shelter pedagang kaki lima (PKL) di area luar,” ujar Respati.

Ia berharap visi besar mengembalikan kejayaan masa lalu Taman Sriwedari ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga Kota Solo.
Fokus Pengerjaan dan Wajah Baru Sriwedari
Sesuai dengan master plan yang disiapkan, perombakan Taman Sriwedari mencakup penataan fisik hingga keterbukaan akses visual bagi masyarakat umum.

Baca juga:  Sambut ASEAN Para Games, Kominfo Ajak Bangun Semangat Sportivitas dengan Konten Positif

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, menjelaskan bahwa proyek perbaikan Segaran sudah dimulai sejak tahun lalu di area tengah kawasan. Adapun pada tahun anggaran ini, fokus dialihkan untuk menuntaskan perbaikan seluruh struktur talud Segaran.
Ke depan, Pemkot Solo juga berencana mengubah pemandangan depan kawasan agar lebih terbuka dan ramah publik.

“Tahun depan harapannya sesuai master plan, kita selesaikan penataan PKL di sekitar dengan memusatkannya di lokasi khusus. Pagar bagian depan juga akan dibuka agar view ke arah Taman Sriwedari terlihat jelas dari luar. Konsep penataan PKL nanti mirip dengan relokasi Manahan, tetapi dalam skala lebih kecil dan tertata rapi,” jelas Nur Basuki.

Baca juga:  Perusahaan Arab Gandeng Wong Solo jadi Vendor Penyedia Makanan Haji, Layani 5.000 Paket Makanan dalam Waktu 1,5 Jam

Di sela-sela peninjauannya, Wali Kota Respati Ardi turut menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh warga Kota Solo atas ketidaknyamanan lalu lintas yang timbul akibat banyaknya proyek perbaikan jalan dan drainase.

Langkah rekonstruksi skala besar ini diambil sebagai respons cepat atas berbagai aduan masyarakat terkait pemenuhan dan kualitas fasilitas umum. Seluruh pengerjaan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

“Saya menitip pesan memohon maaf kepada masyarakat karena saat ini banyak rekonstruksi jalan besar-besaran. Ini merupakan tindak lanjut aduan warga terkait pemenuhan jalan dan drainase yang kita perbaiki sampai akhir tahun ini. Harapan kita, kualitas infrastruktur bisa optimal dan secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Respati. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...