Groundbreaking Tanggul Pantai Dimulai dari Demak, AHY dan Eisti’anah Berharap Rob Teratasi


JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Pemerintah mulai mengakselerasi upaya perlindungan pesisir utara Jawa melalui penanaman mangrove di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini menjadi langkah awal program perlindungan Pantura yang dilanjutkan dengan pembangunan tanggul pantai dan giant sea wall atau tanggul laut raksasa.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, program tersebut menjadi langkah strategis untuk menghadapi ancaman banjir rob, abrasi, dan penurunan permukaan tanah yang semakin mengancam masyarakat pesisir.

“Tanpa intervensi dan pembangunan, termasuk penanaman mangrove, sama saja kita pasrah pada kondisi yang semakin mengancam masyarakat,” ujar AHY saat kegiatan di Timbulsloko.

Menurutnya, penanganan pesisir membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat. Selain penanaman mangrove yang direncanakan mencapai sekitar 200 hektare di Timbulsloko, pemerintah juga menyiapkan pembangunan tanggul pantai dan struktur pemecah gelombang menggunakan material heksagrip.

Baca juga:  Pemkot Salatiga Dorong Literasi Digital Generasi Muda

AHY menegaskan, perlindungan pesisir tidak hanya untuk menyelamatkan permukiman dan nelayan, tetapi juga menjaga kawasan industri, pangan, serta jalur logistik yang menopang perekonomian.

Sementara itu, Bupati Demak dr Hj Eisti’anah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat atas dimulainya program tersebut. Ia berharap pembangunan segera berlanjut sehingga mampu mengurangi dampak rob yang selama ini dirasakan masyarakat Demak.

“Atas nama pribadi dan mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Demak, kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta seluruh jajaran. Inilah yang kami harapkan, semoga segera terealisasi dan membantu masyarakat di wilayah pesisir dalam menanggulangi banjir rob,” kata Eisti’anah.

Ia menjelaskan, penanganan pesisir direncanakan melalui tiga tahapan, yakni penanaman mangrove, pembangunan tanggul pantai, dan pembangunan giant sea wall.

Baca juga:  Senam Tera Jadi Wadah Pemberdayaan Lansia Kabupaten Semarang

Di Kabupaten Demak, kawasan penanganan mencakup empat kecamatan dengan bentang sekitar 30 kilometer. Pemkab berharap pembangunan tersebut dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi permukiman, lingkungan, dan aktivitas ekonomi warga pesisir.

AHY pun mengajak seluruh pihak mengawal program agar berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama mereka yang selama bertahun-tahun menghadapi ancaman rob.(adi)


TERKINI

Rekomendasi

...