Bantuan Minim, Warga Ronggo Terpaksa Beli Air Galon untuk Bertahan Hidup


JATENGPOS.CO.ID, PATI – Krisis air bersih yang melanda puluhan desa di Kabupaten Pati dalam empat bulan terakhir kian mengkhawatirkan. Kondisi ini memaksa puluhan ribu warga bertahan hidup di tengah keterbatasan, dengan mengandalkan bantuan air bersih yang datang tidak menentu. Akibatnya, warga harus merogoh kocek lebih dalam secara mandiri demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Ronggo, Kecamatan Jaken. Desa di ujung timur Pati yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Rembang dan Blora ini tercatat menjadi salah satu wilayah yang paling jarang tersentuh pasokan bantuan.

Umi Mayasari, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa desanya telah berjuang menghadapi kekeringan selama lebih dari sepertiga tahun tanpa kepastian pasokan air bersih.

Baca juga:  Jaga Kondusivitas, Timpora Perketat Pengawasan Aktivitas Orang Asing

“Kekeringan sudah empat bulan lebih. Tiap hari mengandalkan bantuan orang-orang yang mempunyai air bersih. Namun bantuan air tidak menentu, jarang tiba,” ungkap Umi saat ditemui di lokasi, Senin (19/10).

Tingginya kebutuhan air untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK), memasak, hingga minum ternak membuat pasokan air dari truk tangki langsung ludes dalam waktu sehari. Padahal, warga setempat telah menyiapkan belasan hingga puluhan galon maupun jeriken untuk menampung air. Umi sendiri mengaku harus menyediakan kurang lebih 20 galon di rumahnya.

Lantaran bantuan dari pemerintah maupun dermawan tidak datang setiap hari, warga terpaksa memutar otak. Sebagian warga memilih mencari sumber mata air ke area persawahan atau desa tetangga. Sementara sebagian lainnya terpaksa membeli air galon komersial.
Dalam sebulan, pengeluaran khusus untuk air bersih ini membengkak hingga mencapai ratusan ribu rupiah. Warga berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk mengatasi kekeringan tahunan ini.

Baca juga:  Kontingen Kudus Sukses Kantongi 59 Medali Popda Jateng 2026

“Kalau tidak ada bantuan, kami terpaksa beli air galonan seharga Rp5.000 per galon. Sehari bisa habis 2 sampai 3 galon. Ya, dicukup-cukupin dan diirit-irit,” pungkas Umi. (han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...